• Minggu, 5 Desember 2021

Sineas Film Roy Wijaya Bongkar Dapur Film Di Musim Pandemi

Sineas Film Roy Wijaya Bongkar Dapur Film Di Musim Pandemi Sutradara film yang tengah hangat publikasi diberbagai media nasional, Roy Wijaya. DOK

Jakarta ,TarungNews.com - Nasib para pekerja industri film disebutkan oleh Sutradara, Anggy Umbara sangat kritis seiring dengan berhentinya produksi dan penayangan film di masa PSBB, ditambah lagi seluruh bioskop masih tertutup.

Sementara itu menurut Hanung Bramantyo, dalam menghadapi masa sulit ini, maka industri film hanya bisa mengharapkan dukungan pemerintah dalam mempersiapkan protokol baru sebagai panduan agar industri perfilman nasional dapat terus hidup di tengah pandemi.

Sedangkan Sutradara film yang tengah hangat publikasi diberbagai media nasional, Roy Wijaya mengatakan, "pandemi COVID-19 memberikan guncangan yang besar terhadap industri perfilman Indonesia, termasuk dalam model produksi film yang harus memprioritaskan protokol kesehatan, sehingga banyak terhenti berbagai produksi Film. Untuk itu pihaknya mengundang para tokoh dan para praktisi Film, dalam membedah berbagai persoalan untuk Film Indonesia di masa yang akan datang. Seperti apa langkah pelaku industri film dalam menghadapi kondisi sulit dimasa pandemi ini?, ungkapnya.

"Diskusi antar Sineas sangat penting, karena pandemi ini bagaikan halilintar di siang bolong. Sebelum pandemi ini terjadi, perfilman Indonesia sedang mengalami tingkat pertumbuhan sangat tinggi yakni 20 persen per tahunnya, namun tiba-tiba harus rem mendadak dan semua berhenti," ungkap Roy di Jakarta, Selasa 22 Desember 2020. Selanjutnya Roy Wijaya menegaskan, bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan produksi dan distribusi film terganggu. Sebab ada unsur ketidakpastian menjadi masalah utama yang mengguncang industri perfilman Indonesia, karena tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi akan berakhir.

“Langkah-langkah ini harus dibahas secara komprehensif bersama pemerintah dan pelaku Film, makanya dalam diskusi ini saya mengundang para Sutradara dan Produser, agar kita sama-sama melihat bagaimana prosfek film Indonesia ke depan,” urainya.

Diskusi dan Syukuran Tahun Baru 2021 yang rencananya akan dihelat di Studio Ezy TV bersama para Siswa Ezy Pratama Akademy pada hari Minggu, 3 Januari 2021 nanti. Merupakan langkah strategis dalam mengungkap berbagai persoalan dalam mengungkap rumitnya produksi film di Indonesia sekaligus sebagai pembelajaran dan pengalaman terbaik bagi siswa Ezy Pratama Academy, dalam memulai kembali di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) bersama pandemi COVID-19. Masih kata Roy, "banyak hal yang harus disesuaikan, diperhatikan dan dilakukan, terutama berkenaan dengan prioritas protokol kesehatan dalam masa produksi film.

Dalam masa pandemi COVID-19,sambung Roy, "produksi film tidak bisa selamanya berhenti. Untuk itu, harus ada adaptasi dan perubahan yang dilakukan. Satu yang harus dipikirkan, katanya, "adalah protokol kesehatan sangat melekat dengan desain produksi. Itu berbicara banyak aspek, di antaranya jumlah orang atau crew, jenis adegan, protokol yang harus dilakukan, dan berbagai desain ulang sebelum pengambilan gambar.

Bahkan, pihaknya harus mengalokasikan dana tambahan khusus untuk melakukan protokol kesehatan selama kegiatan produksi film. "Kita harus menyisihkan dana tambahan khusus protokol kesehatan, seperti sebelum produksi semua kru harus menjalani tes PCR," katanya.

Dipihaknya, semua crew wajib mengikuti uji usap sebelum kegiatan produksi film, bahkan setiap hari selama kegiatan produksi film atau pelatihan akting berlangsung. Misalnya, dengan kru 90-100 orang, maka setiap hari ada sekitar 10 orang yang wajib ikut tes usap dengan metode PCR.

Alam/Erdy,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar