Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menyampaikan enam pesan penting untuk Kota Bandung, Bandung bisa tumbuh sebagai kota bersih, indah, dan representatif. Hal tersebut disampaikan Dedi Milyadi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215, Kamis (25/9/2025).
Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM,mengatakan enam poin yang akan ia sampaikan ialah:
- Pentingnya penanganan drainase agar tidak terjadi luapan air yang mengakibatkan banjir maupun pencemaran.
- Penataan bangunan yang mengganggu tata kota segera dilakukan. Bangunan yang merusak estetika kota dan keberadaan pasar-pasar kumuh yang perlu ditata ulang agar lebih tertib.
- Perbaikan infrastruktur jalan. Terlebih Bandung, merupakan kota pariwisata, sehingga infrastruktur harus menjadi prioritas dibawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan.
- Kota Bandung membutuhkan lebih banyak tenaga kebersihan. Penambahan personel kebersihan mutlak dilakukan karena luas wilayah perkotaan yang cukup besar.
- Kota Bandung berkembang menjadi pusat pertunjukan seni dan hiburan. Pemprov Jabar siap membangun sarana penunjang, mulai dari gedung konser musik, gedung pertemuan berkapasitas besar, hingga infrastruktur olahraga.
- Bandung bukan hanya pusat kuliner, tetapi juga pusat pertunjukan seni dan kota taman yang indah dengan bangunan-bangunan heritage yang tertata rapi.
"Bandung harus mencerminkan hamparan taman yang indah, menjadi pusat kuliner, pusat pertunjukan seni, sekaligus kota dengan heritage yang tertata. Itulah wajah Bandung yang kita cita-citakan," kata KDM.
Mengenai isu transportasi publik, KDM memiliki pandangan berbeda. Ia tidak setuju jika Kota Bandung menerapkan pola transportasi publik seperti kota-kota besar lainnya, yang cenderung menggunakan moda transportasi masif.
"Kalau menurut saya tidak bisa pakai pola menggunakan kota-kota besar, karena jalan Bandung mah sempit, kemudian banyak pohon. Jangan sampai nanti transportasi publik yang besar yang massal itu menghancurkan tata kota Bandung," ujar KDM.
Contoh kasus Pasteur dan Jembatan Pasupati yang ia sebut telah menghilangkan nilai ikonik Pasteur. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas Bandung sebagai kota pohon, kota taman, dan kota heritage.
“Saya ingin ke depan tetap Bandung sebagai kota pohon, kemudian kota taman, kota bangunan-bangunan Heritage harus tetap dipertahankan tapi transportasi publiknya bisa terkelola dengan baik,” pungkasnya.
Red,tarungnews.com