• Jumat, 1 Mei 2026

Wamendagri Bima Arya: Kampus IPDN Jadi Lokasi Retret Kepala Daerah Gelombang II

Wamendagri Bima Arya: Kampus IPDN Jadi Lokasi Retret Kepala Daerah Gelombang II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dipilih menjadi lokasi Retret Kepala Daerah Gelombang II karena memiliki fasilitas yang memadai. (istimewa)

Jakarta,TarungNews.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dipilih menjadi lokasi Retret Kepala Daerah Gelombang II karena memiliki fasilitas yang memadai.

Bima, menambahkan penggunaan kampus IPDN bisa menghemat penggunaan anggaran dan lokasinya mudah dijangkau dari Jakarta.

"Karena di sini fasilitasnya memadai dan efisien. Artinya, menginap enggak bayar. Mengakses ke sini juga cepat ya, dari Jakarta hanya satu jam,” ujarnya, Jumat (20/6/25).

Seharusnya, terdapat 93 kepala daerah yang terdaftar hadir, namun tujuh di antaranya tidak dapat berpartisipasi.

Bima menuturkan, enam dari tujuh kepala daerah yang tidak hadir telah mengajukan permohonan untuk tidak mengikuti retreat karena alasan kesehatan.

"Jadi, ada 93 kepala daerah dan wakil yang terdaftar yang seharusnya ikut retreat gelombang ke-2 ini, namun 6 orang mengajukan permohonan untuk tidak mengikuti karena alasan kesehatan," ucap Bima Arya.

Selama retret, praja IPDN juga dilibatkan dalam sejumlah kegiatan. Mereka akan tampil menyuguhkan kesenian hingga mengikuti beberapa sesi diskusi bersama para kepala daerah.

Retret Kepala Daerah Gelombang II akan dimulai pada 23 Juni 2025 dan selesai pada 26 Juni 2025.

Para bupati dan wali kota akan berbagi kamar, sementara gubernur menempati kamar tersendiri. Guna menjaga ketertiban, seluruh peserta dilarang membawa pendamping.

Selama retret para kepala daerah tersebut juga akan diarahkan untuk saling mengenal dan berkomunikasi. Hal tersebut dimaksudkan agar para kepala daerah tersebut saling mengenal dan siap berkolaborasi dalam berbagai program pembangunan setelah mulai bertugas sebagai kepala daerah.

Para kepala daerah akan berangkat dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, menggunakan kereta cepat Whoosh.

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar