Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas penataan lima desa di Cibarusah dan Bojongmangu dengan mempertahankan karakter Sunda.
Gagasan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi Gubernur yang akrab di sapa KDM, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka tasyakuran Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi, dikutip (18/8/2026).
Penataan desa diarahkan menjaga karakter rumah, lingkungan, pertanian, kolam, sungai, pepohonan, dan ruang terbuka yang masih asri.
KDM mengatakan pembangunan perlu mempertahankan karakter wilayah agar Kabupaten Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri.
“Sudah semestinya kita meletakkan dasar yang kuat di mana ibu kota Kabupaten Bekasi. Sehingga kita bisa membangun brand, bahwa ada sebuah wilayah yang dibangun oleh pemerintah kabupaten ini, ada kultur yang dibangunnya, dan tidak terlalu identik dengan sebuah kompleks industri,” kata KDM.
Menurut KDM, rumah warga yang mempertahankan karakter tradisional tidak perlu diubah seluruhnya dalam penataan kawasan. “Rumahnya tetap, hanya ditata. Karena dia ingin menyatu dengan alam,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mendukung penataan lima desa tersebut, sementara Pemkab Bekasi diminta menyiapkan perencanaan dan identifikasi wilayah.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan Pemkab Bekasi akan memasukkan wilayah Bojongmangu bersama Cibarusah dalam rencana penataan.
“Tadi Pak Gubernur berbicara dengan saya. Dia ingin dibangun lima desa itu dengan karakteristik Sunda. Karena Sunda itu, rumahnya enggak boleh diubah, rumahnya tetap, cuma nanti ditata,” kata Asep.
Asep akan berkoordinasi dengan Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu untuk melihat lokasi yang berpotensi dikembangkan berbasis karakter lokal.
Menurut Asep, kawasan tersebut memiliki lingkungan asri dan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Bogor.
“Karakter Bekasinya harus ada, asrinya jangan pernah diubah,” ujarnya.
Penataan desa akan berjalan beriringan dengan pembangunan jalan provinsi menuju kawasan perbatasan untuk membuka akses dan peluang ekonomi masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Syukron menilai pembangunan identitas daerah perlu dirumuskan pemerintah daerah bersama DPRD.
“Kita butuh identitas. Mana sih ikon kita? Ikon itu yang menjadi cerminan,” kata Ade.
Menurut Ade, identitas daerah dapat berupa ruang interaksi masyarakat yang menjadi tempat berkumpul sekaligus mencerminkan karakter Kabupaten Bekasi.
Pemkab Bekasi juga merencanakan pemanfaatan kawasan Stadion Wibawa Mukti sebagai pusat aktivitas masyarakat melalui hiburan dan pelayanan publik akhir pekan.
Penataan lima desa tersebut diharapkan menjaga budaya dan lingkungan sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
085,tarungnews.com