Sumedang,TarungNews.com - Menteri Sosial (Mensos) Saefullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumedang.
Menurutnya, sekolah ini bukan hanya tempat belajar akademik, melainkan juga ruang pembentukan karakter, kemandirian, dan pembiasaan hidup disiplin bagi anak-anak penerima manfaat. “Ini salah satu bagian dari proses pembelajaran. Bagaimana anak-anak bangun tidur, bersih-bersih tempat tidur, membersihkan toilet, olahraga, salat, sarapan, lalu belajar. Jadi seluruh aktivitas dari bangun sampai tidur adalah bagian dari pendidikan di asrama,” ujar Gus Ipul saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat memang dirancang bukan sekadar untuk memberikan pelajaran formal, tetapi juga membangun karakter anak-anak melalui rutinitas positif dan penanaman nilai kedisiplinan.
“Ada pembiasaan baik yang dilakukan di asrama. Saya berterima kasih kepada kepala sekolah dan para pengelola. Meskipun baru dua bulan berjalan, secara umum pelaksanaannya baik. Anak-anak sudah mulai menunjukkan perkembangan, baik dari sisi kesehatan maupun semangat mengikuti tata tertib dan jadwal kegiatan,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga meninjau langsung ruang kelas dan asrama siswa. Ia sempat berbincang dengan para peserta didik tentang kondisi tempat tidur dan fasilitas penunjang belajar.
“Kasurnya bagus, sudah standar. Semuanya satu orang per tempat tidur. Secara umum tidak ada catatan khusus, hanya mungkin ada beberapa kekurangan kecil seperti alat olahraga, alat tulis, atau perlengkapan belajar yang masih dalam proses pengiriman,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, sebagian besar kebutuhan pokok siswa sudah terpenuhi, termasuk peralatan makan, alat kebersihan, hingga sarana belajar mengajar. Ia juga menyoroti pentingnya perawatan fasilitas umum seperti ketersediaan air dan keamanan lingkungan. “Biasanya ada masalah air atau tenaga keamanan yang kurang, tapi bisa segera diatasi. Pemerintah daerah juga siap membantu jika ada kebutuhan mendesak,” tuturnya.
Gus Ipul menjelaskan, seluruh pembiayaan dan kebutuhan dasar Sekolah Rakyat masih ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Hal ini meliputi biaya makan bergizi, pemeriksaan kesehatan, gaji tenaga pengajar, hingga wali asrama dan tenaga pendukung lainnya.
“Untuk sementara semua anggarannya dari pusat. Mulai dari makanan bergizi, cek kesehatan, tenaga pengajar, sampai petugas keamanan dan wali asrama. Ini bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Sekolah Rakyat merupakan implementasi nyata dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga.
“Konsepnya terintegrasi. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, keluarganya mendapat jaminan sosial dan bansos, serta rumahnya dibangun melalui program rutilahu. Jadi nanti keluarga ini bisa naik kelas dan tidak lagi tergantung pada bantuan,” tegas Gus Ipul.
Ia berharap, dalam waktu 3 hingga 5 tahun ke depan, para keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat dapat mandiri secara ekonomi dan sosial, sesuai dengan arah kebijakan Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia bebas kemiskinan ekstrem
Red,tarungnews.com