• Minggu, 13 September 2026

BAM Dorong Keberlanjutan Program Citarum Harum dengan Indikator Kinerja yang Jelas

BAM Dorong Keberlanjutan Program Citarum Harum dengan Indikator Kinerja yang Jelas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan, menegaskan pentingnya keberlanjutan program Citarum Harum sekaligus perlunya kejelasan indikator kinerja (Key Performance Indicator/KPI) agar pelaksanaannya lebih terukur dan akuntabel. (Ist)

Bandung,TarungNews.com - Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan, menegaskan pentingnya keberlanjutan program Citarum Harum sekaligus perlunya kejelasan indikator kinerja (Key Performance Indicator/KPI) agar pelaksanaannya lebih terukur dan akuntabel.

Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja BAM DPR RI di Provinsi Jawa Barat, dalam rangka serap aspirasi tata kelola hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Menurut Ahmad Heryawan, sungai memiliki peran vital dalam peradaban, baik di masa lalu maupun saat ini, sebagai sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, program Citarum Harum yang dicanangkan pemerintah sejak lama perlu dijalankan secara konsisten dari hulu hingga hilir.

“Program untuk menghadirkan Citarum bersih dengan nama Citarum Harum yang sudah dicanangkan sejak lama itu perlu dilanjutkan. Kita sebagai bangsa perlu mampu menghadirkan sungai dari mulai hulu sampai ke hilir dalam posisi bersih,” ujarnya.

Heryawan menambahkan, aspirasi utama masyarakat yang diterima BAM DPR RI adalah kelanjutan program tersebut. Namun, ia menekankan agar penggunaan anggaran yang besar setiap tahun benar-benar berbanding lurus dengan capaian nyata di lapangan.

“Yang pertama aspirasinya adalah program Citarum Harum dilanjutkan. Yang kedua kita ingin mendorong betul dilanjutkan tapi dengan KPI yang jelas. Dengan anggaran setiap tahun, katakanlah keluar dari pemerintah pusat satu koma sekian triliun, itu KPI-nya capaian di lapangannya apa,” tegasnya.

Ia menyoroti persoalan kualitas air Sungai Citarum yang hingga kini masih berada pada kategori tercemar ringan. Menurutnya, indikator capaian harus lebih jelas, misalnya target peningkatan kualitas air.

“Jangan sampai targetnya mandeg. Kebersihan air, pencemaran air masih ada di angka 50-an. Harus naiklah sampai ke angka 70, 80. Itu yang kita inginkan. Dan itu baru indikator air, belum indikator yang lain,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan perlunya perhatian serius pada lahan kritis di kawasan hulu. Meski program penghijauan terus dianggarkan setiap tahun, kenyataannya lahan kritis masih banyak ditemukan.

“Selama ini penghijauan bagus terjadi, tapi apakah setelah ditanam itu terus tumbuh? Itu persoalannya. Karena kalau ditanam itu bertumbuh tanamannya dan menjadi hijau, ya lahan kritis semakin hari makin berkurang. Ternyata faktanya lahan kritis masih ada, padahal penghijauan tiap tahun dianggarkan,” jelasnya.

Melalui kunjungan kerja ini, BAM DPR RI menegaskan komitmennya untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memastikan program Citarum Harum berjalan konsisten dengan perencanaan yang matang, capaian yang terukur, dan pengelolaan anggaran yang transparan. Dengan demikian, Sungai Citarum diharapkan kembali menjadi sumber kehidupan yang bersih, sehat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar