Jakarta,TarungNews.com – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih menjadi harapan masyarakat desa. Sebab, dinilai menjadi alat bagi perjuangan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga kemajuan desa di seluruh Indonesia.
"Kita berharap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini bukan sekedar program, tapi memang memberi dampak bagi problematika sosial di Indonesia. Misalnya begini, subsidi pemerintahan hurusan banyak, kok kemiskinan di desa tidak turun, stunting masih tinggi, kemiskinan masih tinggi di desa," kata Budi Arie di Kantor Kementerian Koperasi (Kemenkop), Sabtu, 12 Juli 2025.
Menkop mengharapkan Kopdes Merah Putih tidak sekedar program asal-asalan, tetapi memberikan dampak untuk mengatasi berbagai problematika sosial di Indonesia.
Dua tantangan yang digarisbawahi adalah kemiskinan di desa dan tingkat stunting masih tinggi. Dengan adanya koperasi desa, diharapkan tingkat kemiskinan dan angka stunting dapat menurun, sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan serta pemerataan ekonomi nasional.
“Tingkat kemiskinan ini masih banyak di desa dan kesenjangan ekonomi desa dibanding kota sangat besar. Karena, itu kita ingin mewujudkan bagaimana koperasi bisa memberi sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Budi.
Mengacu data terakhir, ekonomi desa disebut hanya berkontribusi 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sedangkan sisanya berasal dari kota.
“Ini kan menurut saya harus ada pemerataan yang lebih berkeadilan,” sambung Budi. Hingga 2024, ada sebanyak 131.617 koperasi aktif dengan hampir 30 juta anggota. Volume usahanya mencapai Rp214 triliun, menyumbang hampir 1 persen terhadap PDB nasional.
Kini sekitar 80.500 desa dan kelurahan telah membentuk Kopdes/kelurahan Merah Putih melalui musyawarah desa khusus (musdesus). Mengacu jumlah tersebut, dengan lebih dari 77 ribu telah memiliki badan hukum yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum RI. Dari ribuan koperasi itu, ada 103 koperasi yang dijadikan percontohan.
Puluhan ribu koperasi desa itu akan dioperasikan secara serentak pasca diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025, dan ditargetkan seluruh Kopdes bisa beroperasi dan melayani segala kebutuhan masyarakat di desa/ kelurahan pada Oktober 2025.
Red,tarungnews.com