• Rabu, 21 Oktober 2026

KDM ke Papua Hadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua

KDM ke Papua Hadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua KDM menerima replika rumah pohon Korowai dari perwakilan masyarakat Papua di Kabupaten Boven Digoel. Replika tersebut diberikan sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus pesan penting tentang menjaga hutan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua. (Istimewa)

Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan pembangunan Papua membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif dengan menempatkan nilai kearifan lokal atau etnosains, sebagai fondasi utama pembangunan. Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang masih memiliki kekayaan alam dan nilai budaya yang relatif terjaga.

Hal tersebut di katakan Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM, saat menghadiri Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

KDM menjelaskan masyarakat adat Papua memiliki pengetahuan yang lahir dari pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam, dan pengetahuan tersebut tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang tradisional semata.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20008/kdm-laksanakan-shalat-idul-adha-di-kota-banjar.html

Menurut KDM, banyak praktik kehidupan masyarakat adat Papua yang sesungguhnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sesuai kondisi geografis serta lingkungan setempat.

“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun,” ucap KDM.

KDM, menilai berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan yang berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam tidak selalu sejalan dengan keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19991/gubernur-dedi-mulyadi-larang-keras-kepala-sekolah-terima-siswa-titipan-di-sekolah-maung.html

KDM menambahkan, Papua perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam. Papua Masih Miliki Keaslian Alam dan Budaya. Ia juga menilai Papua memiliki keunggulan yang kini mulai sulit ditemukan di banyak daerah lain, yakni lingkungan yang masih terjaga serta hubungan erat masyarakat dengan alam.

"Saya melihat masih ada yang original di negeri ini namanya Papua. Di tempat kami sudah hampir tidak bisa mendapatkannya lagi. Di sini kami mendapat kejernihan air, kejernihan udara, dan alam yang sangat indah," ujar KDM.

Dalam kesempatan tersebut, KDM menerima replika rumah pohon Korowai dari perwakilan masyarakat Papua di Kabupaten Boven Digoel. Replika tersebut diberikan sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus pesan penting tentang menjaga hutan dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/pendidikan/19945/pemprov-jabar-pastikan-siswa-dari-keluarga-miskin-tetap-bisa-mengikuti-pendidikan-baik-sekolah-negeri-atau-swasta.html

Menutup sambutanya KDM, kembali mengingatkan pentingnya menjaga Papua sebagai warisan bangsa yang tak ternilai.

"Jagalah kehormatan masyarakat Papua. Jangan sembarang orang menghina dan merusak tanah Papua. Surga di tanah Papua. Keindahan semesta Indonesia itu ada di tanah Papua. Jagalah, karena suatu saat kita akan kehilangan ketika dia sudah tidak ada," katanya.

KDM juga menawarkan beasiswa bagi 40 orang anak muda untuk berkuliah di Bandung. "Silakan kuliah di Bandung. Biaya hidupnya kami tanggung sampai dia selesai," pungkasnya.

Hadir pula dalam konferensi tersebut Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk serta Forkompimda Papua.

027,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar