Jakarta,TarungNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeedah delapan lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi terkait kasus korupsi dana kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam penggeledahan tersebut penyidik KPK menyita sejumlah dokumen, uang, perhiasan, barang bukti elektronik, hingga tiga unit mobil.
"Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan BNPB, sejak Kamis pekan lalu (15/10) hingga Senin (19/10), penyidik KPK melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan di delapan lokasi," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Selasa (20/10/2026).
Budi mengungkapkan, penggeledahan tidak hanya dilakukan di perkantoran, tetapi juga menyasar sejumlah rumah dan lokasi lain yang diduga berkaitan dengan perkara.
Budi juga menambahkan berbagai barang yang ditemukan selama penggeledahan telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Selain dokumen dan barang bukti elektronik, penyidik menyita uang, perhiasan, serta tiga kendaraan roda empat yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi dana kebencanaan tersebut.
"Dari hasil penggeledahan di beberapa lokasi tersebut, penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, uang, perhiasan, serta 3 unit mobil yang diduga terkait dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini," kata Budi.
KPK selanjutnya akan menganalisis seluruh barang bukti tersebut untuk menelusuri hubungan dengan dugaan tindak pidana yang tengah diusut. Penyidik juga berencana meminta keterangan sejumlah pihak guna menjelaskan asal-usul, kepemilikan, serta keterkaitan barang-barang yang telah disita.
"Selanjutnya penyidik akan melakukan analisis dan meminta keterangan dari para pihak guna menerangkan barang-barang yang telah disita tersebut," ucap Budi.
Dalam perkara ini KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan sudah dilakukan penahanan.
Adapun ke lima orang tersangka tersebut adalah:
- Kepala subdirektorat pengelolaan bantuan dan dana kedaruratan BNPB sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Gabriel Purwaka Sigit (GPS
- Bima Setiawan (BMS), tenaga ahli Kepala BNPB sekaligus adik mantan Kepala BNPB.
- Richard Erlangga (RIC), tenaga ahli Kepala BNPB.
- Gery Prasetiawan (GER), pihak swasta.
- Syifa Nrika Ghifarin (SNG), pihak swasta
080,tarungnews.com