Bandung,TarungNews.com - Plt. Kadisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat yang sekarang Kembali menjadi Sekretaris Disdik Jabar pernah mengatakan pada (8/5/2025) bahwa seluruh pembangunan dan pengadaan di lingkungan Disdik Jabar dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun setelah ditelusuri oleh tim tarungnews.com kenyataan dilapangan pernyataan tersebut masih jauh panggang dari api, akhir-akhir ini sejumlah proyek pemeliharaan terutama rehap bangunan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) sedang menjadi sorotan publik.
Sejumlah proyek rehab bangunan yang sedang di kerjakan maupun sudah dikerjakan di duga dilaksanakan tanpa Surat Perintah Kerja (SPK) resmi dari institusi Disdik Jabar bahkan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) disinyalir belum ada, Hal ini menimbulkan dugaan adanya pelanggaran administrasi dan berpotensi penyalahgunaan anggaran negara, apalagi bila proyek tersebut di duga di laksanakan dengan uang pribadi dari pengusaha terlebih dahulu atau dengan istilah di ijon itu menandakan pelaksanaan pekerjaan yang tidak ada perencanaan yang matang.
Pejabat yang berwenang dalam sejumlah proyek rehab gedung seperti Kasubag Umum dan Kepegawean/ Kasubag Keuangan Andri Permana juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di bagian umum Arief Rahman, sulit untuk dimintai keterangan dan di temui, seperti alasan klasik para pejabat disdik jabar bila ada masalah mencuat ke publik susah untuk memberikan tanggapan.
Pada era Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengangkat Kadisdik Jabar Baru Purwanto yang berasal dari Purwakarta. Selaku Kadisdik Jawa Barat, dan orang yang diberi amanah oleh Gubernur KDM, pernah berujar, “Siapa.saja orangnya yang melakukan tindakan melanggar hukum atau perbuatan tercela seperti korupsi pasti kami tindak,” kata Purwanto beberapa waktu lalu.
Kadisdik Jabar Purwanto, harus segera mengetahui ulah2 nakal para anak buahnya jadi menyerap satu informasi jangan dari intenal saja justru masukan dan informasi lebih luas dan valid bisa di dapat dari pihak eksternal yang salah satunya dari para Jurnalis.
Humas (Hubungan Masyarakat) Disdik Jabar yang seharusnya menjadi corong informasi dan corong terkait adanya kebijakan dari para pemangku jabatan di Disdik Jabar perananya seharusnya bisa menjadi andalan bukan sebaliknya tidak ada sedikitpun keperdulian terhadap istitusinya. Hanya di Disdik Jabar tamu yang ada kepentingan dengan Humas harus di antar oleh sekuriti atau titip pesan sama sekuriti. Bertemu dengan kepala Humas Disdik Jabar lebih susah dibandingkan bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid) dan itu terjadi hanya di Disdik Jabar.
RJS,tarungnews.com