• Minggu, 13 September 2026

Prass Rilis EP Perdana "Free As A Bird", Sebuah Jurnal Audio tentang Bertahan, Berdamai, dan Memulai Kembali

Prass Rilis EP Perdana "Free As A Bird", Sebuah Jurnal Audio tentang Bertahan, Berdamai, dan Memulai Kembali Photo by PRASS TEAM

Bandung,TarungNews.com – Solois Jatinangor Prass, yang resmi merilis EP berjudul Free As A Bird pada 24 Juli 2026 di seluruh layanan digital streaming. Berisi enam lagu dengan pengaruh country, ballad, americana, dan bluegrass, EP ini menjadi jurnal audio yang merekam empat tahun perjalanan Prass menghadapi kehilangan arah, rasa takut, proses penyembuhan, hingga akhirnya berdamai dengan dirinya sendiri.

Berkarir sejak 2023, EP Free As A Bird menjadi penutup perjalanan emosional Prass sekaligus representasi kebebasan yang ia temukan setelah melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya selama empat tahun terakhir.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/selebriti/20222/dandelions-rilis-hangover-euforia-pesta-semalam-yang-menstimulasi-mimpi-menjadi-rockstar-.html

Berangkat dari pengalaman pribadi, Free as a Bird lahir dari proses journaling yang disarankan psikolognya dan kemudian diterjemahkan Prass ke dalam musik. Keenam lagunya disusun sebagai satu perjalanan emosional yang utuh, sementara "Pada Akhirnya Kita kan Mati" dipilih sebagai fokus utama.

Di balik judulnya yang terdengar muram, lagu tersebut justru mengajak pendengar untuk menghargai kehidupan dan hadir sepenuhnya bersama orang-orang terdekat.

EP ini diproduksi secara independen bersama Hilmi Adriansyah dan melibatkan banyak kolaborator yang mendukung proses kreatif sejak 2023. Berawal dari sesi-sesi kreatif sederhana di apartemen Hilmi, proses rekaman kemudian berlangsung secara organik dengan mendatangi para musisi dan sound engineer di berbagai lokasi, mulai dari Binaural Studio, Caltara Studio, Little Space Coffee House, Ardan Studio, Tonefreak Studio yang diawaki oleh Ade, rumah para musisi, hingga kamar kos Prass dan Bhanu Marais.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/selebriti/20056/pawsicles-merangkum-rindu-dan-penyesalan-romansa-masa-sma-dalam-single-bittersweet-memories.html

EP ini turut melibatkan Khizfi Nurfiqoh, Hilman Firmansyah, Charly Septiana Perkasa, Alan Davison, Ratih Putri Apriliani, Rizki Parada, Fadli Julistia, Sigit Hadi Kurniawan, Zulqi Lael Ramadhana, Maulana Dwi Putra, dan Rizki Delian sebagai pengisi musik.

Setelah perilisan, Prass akan melanjutkan promosi melalui media, radio, podcast, dan video live session, sebelum menggelar showcase perdananya di Kyoto, Jepang, pada 29 Juli 2026, dengan membawakan mayoritas lagu berbahasa Indonesia sebagai wujud keyakinannya bahwa bahasa ibu mampu menjangkau pendengar lintas budaya dan negara. -Prass team edited by Alfan-

041,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar