• Kamis, 30 April 2026

Perhutanan Sosial Penting dan strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Perhutanan Sosial Penting dan strategis dalam Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. (DOK Kemenhut)

Jakarta,TarungNews.com - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan perhutanan sosial memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Perhutanan sosial mendukung swasembada pangan, (salah satunya) dengan mengoptimalkan area perhutanan sosial melalui agroforestri,” ujar Menhut, Kamis (9/10/2025).

Raja Antoni mengatakan, adanya potensi lahan perhutanan sosial menjadi bentuk dukungan sektor kehutanan terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan nasional sebagai kekuatan bangsa.

Hal ini pun senada dengan apa yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada dan ketahanan pangan Indonesia.

“Dari total 8,3 juta hektare SK (Surat Keputusan) Perhutanan Sosial yang telah diterbitkan, terdapat potensi pengembangan pangan dengan agroforestri,” ujarnya.

Ia menilai, program perhutanan sosial menjadi jembatan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi rakyat.

“Melalui pendekatan agroforestri dan pemanfaatan areal perhutanan sosial, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari hasil tanaman pangan seperti jagung, tetapi juga tetap menjaga kelestarian hutan yang menjadi penyangga kehidupan,” terang Raja Antoni.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Menhut Raja Antoni turut mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal IV tahun 2025 di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10).

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Selain penanaman jagung, turut dilakukan pelepasan hasil panen jagung kuartal III dan penebaran 80 ribu benih ikan nila sebagai bagian dari upaya integrasi pangan dan perikanan rakyat.

“Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan hutan tidak lagi hanya soal konservasi, tetapi juga tentang kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” pungkas Raja Antoni.

Red,tarungnews.com

 

 

 

Bagikan melalui:

Komentar