Jakarta,TarungNews.com - Presiden Prabowo Subianto berikan intruksi ke Perum Bulog untuk melipat gandakan penyaluran bantuan pangan darurat ke wilayah-wilayah di Pulau Sumatera yang terdampak bencana alam. Instruksi tersebut menargetkan peningkatan bantuan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan awal yang diajukan pemerintah daerah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa hingga Jumat (2/1/2026), Bulog telah berhasil menyalurkan sebanyak 14.227 ton bantuan pangan ke berbagai daerah di Sumatera. Jumlah ini akan terus ditingkatkan seiring dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
“Kami sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, kita perintahnya untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten kota,” ujar Rizal di Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).
Rizal mencontohkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya mengajukan tambahan 1.000 ton beras. Dengan kebijakan baru tersebut, Bulog akan menyiapkan stok hingga 3.000 ton untuk daerah tersebut.
“Ini supaya menjamin masing-masing kabupaten/kota itu tidak kekurangan,” tambahnya.
Meski penyaluran bantuan terus ditingkatkan, Rizal memastikan kondisi stok beras nasional, khususnya di wilayah Sumatera, masih dalam kondisi aman. Di Provinsi Aceh, Bulog telah menyalurkan 8.670 ton bantuan pangan, dengan ketersediaan stok gudang mencapai 75.000 ton.
Sementara itu, di Sumatera Utara, penyaluran bantuan tercatat sebanyak 4.482 ton dengan stok tersisa 25.781 ton. Adapun di Sumatera Barat, Bulog telah menyalurkan 1.069 ton dan masih memiliki cadangan stok sebesar 8.527 ton.
“Teman-teman media maupun saudara-saudara kita di Aceh tidak perlu bimbang dan ragu lagi karena stoknya cukup banyak,” tegas Rizal.
Terkait kendala distribusi di daerah yang belum memiliki gudang Bulog, seperti Bener Meriah dan Aceh Tamiang, Rizal menjelaskan pihaknya melakukan penyaluran dari gudang terdekat. Selain itu, Bulog juga memanfaatkan fasilitas sementara, termasuk gelanggang olahraga (GOR), sebagai lokasi penyimpanan bantuan pangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan dapat berjalan cepat dan menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung bencana alam.
Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat terpenuhi secara optimal.
Red,tarungnews.com