• Kamis, 30 April 2026

Presiden Prabowo Tunjukkan Perhatian Khusus Pada Program Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Tunjukkan Perhatian Khusus Pada Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo Tunjukkan Perhatian Khusus Pada Program Sekolah Rakyat. DOK Kemensos

Jakarta,TarungNews.com - Berbagai momen menyentuh terutama kepada para siswa menegaskan tekad dan perhatian Presiden Prabowo, untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.

Perhatian Presiden Prabowo terlihat saat meninjau langsung Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Dalam kunjungan tersebut, Presiden secara spontan menuliskan pesan pribadi di buku catatan Juniar Diah Afifah (16), yang ada di kamar asrama. Keberadaan pesan tersebut baru disadari Juniar usai kunjungan Presiden.

“Belajarlah yang baik, hormati guru. Cintai ayah dan ibu. Rajin sembahyang. Selalu sopan dengan teman. Olahraga selalu. Cintai Tanah Air. Semangat terus. Selalu gembira!” tulis Presiden. Juniar mengaku terkejut dan gembira menerima pesan tersebut.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/pendidikan/18841/mensos-gus-ipul-antusias-lihat-bakat-siswa-srma-14-bandung-barat.html

Tidak hanya sampai di situ kedekatan Presiden Prabowo, dengan siswa Sekolah Rakyat juga tercermin saat ia membaca surat-surat dari Erni Andayani siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Cibinong. Momen itu dibagikan melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya, Senin (28/7/2025).

Dalam surat itu, Erni menyampaikan manfaat Sekolah Rakyat bagi masa depannya.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, kami bisa merasakan sekolah dengan fasilitas kami yang komplit, makan makanan yang bergizi, dan kami bisa menggapai cita-cita kami dengan tenang. Sebelum adanya sekolah rakyat ini kami tak tahu masa depan kami seperti apa nanti,” tulis Erni.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18822/mensos-lantik-830-pejabat-fungsional-asn-dan-guru-sekolah-rakyat.html

Perhatian serupa datang dari Muhammad Daffa Rasyid, siswa SRMP 2 Bandung Barat. Surat ucapan ulang tahun yang ditulis pada (17/10/2025) itu dibaca Presiden pada (24/10/2025) yang terlihat dalam unggahan Instagram Teddy Indra Wijaya.

“Di hari yang bahagia ini, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-74 untuk Bapak. Semoga Bapak selalu sehat dan semoga Bapak kelak bisa berkunjung ke SRMP 11 Bandung Barat,” tulis Daffa.

Perhatian Presiden Prabowo terhadap anak-anak dari keluarga miskin juga ditegaskan dalam acara halalbihalal bersama TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Dalam kesempatan itu, Presiden menampilkan foto Naila beserta rumahnya dan menjelaskan kondisi ekonomi keluarganya.

“Namanya Naila. Orang tuanya penghasilan di bawah Rp1 juta padahal jumlah tanggungan lima orang. Itu rumahnya di kanan. Yang menarik bagi saya, rumahnya seperti ini Naila masih bisa senyum,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan tekadnya untuk memperjuangkan masa depan anak-anak dari keluarga miskin seperti Naila.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18809/mensos-sekolah-rakyat-merupakan-kebijakan-afirmatif-yang-lahir-dari-perhatian-presiden-terhadap-keluarga-miskin.html

“Ini perjuangan kita. Sisa hidup saya adalah untuk mengubah nasib Naila-Naila lain di Indonesia. Kalau ada yang tanya, ‘apakah mungkin?’, harus mungkin,” tegas Presiden.

Selain kepada siswa, Presiden juga memberikan perhatian dan apresiasi kepada para pendukung penyelenggara Sekolah Rakyat. Di hadapan 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat, Presiden secara mengejutkan memberi hormat sebagai ungkapan rasa bangganya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025),

“Saya ini prajurit, di tentara kita ada kebiasaan, kalau kita sangat bangga dengan anak buah, pemimpin harus hormat ke anak buah, saya Presiden Indonesia, saya bangga dengan kalian semua,” kata dia sambil memberi sikap hormat.

Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, tanpa tes seleksi akademik.

Hingga 2025, sebanyak 166 Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di seluruh Indonesia dengan total 15.945 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Pada tahun yang sama, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga dimulai di 104 titik lokasi untuk memperkuat keberlanjutan program.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar