• Rabu, 15 April 2026

Satgas Saber Pangan Pastikan Stok Bapokting di Bandung Aman dan Harga Terkendali

Satgas Saber Pangan Pastikan Stok Bapokting di Bandung Aman dan Harga Terkendali Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, dan Ditreskrimsus Polda Jabar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar besar di Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026). DOK Humas

Kota Bandung,tarungnews.com - Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, dan Ditreskrimsus Polda Jabar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar besar di Kota Bandung, Sabtu (14/3/2026).

Pemantauan ini difokuskan pada ketersediaan stok dan stabilitas harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Kosambi, Pasar Induk Caringin, serta distributor telur ayam ras.

Pemantauan dipimpin langsung oleh Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas RI, I Gusti Ketut Astawa, bersama Kaposko Satgas Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, dan Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono.

Secara umum, tim Satgas menyimpulkan bahwa stok kebutuhan pokok di Kota Bandung dalam kondisi aman dengan jalur distribusi yang lancar. Meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas, harga di tingkat pedagang relatif terkendali.

Fakta Lapangan: Dinamika Harga Cabai dan Telur

Dalam pengecekan di Pasar Kosambi, mayoritas komoditas seperti Beras SPHP, Minyakita, bawang, gula, hingga daging sapi masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Namun, tim menemukan harga cabai rawit merah dan telur ayam ras masih bertengger di atas HAP.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas langsung mendatangi distributor di Pasar Induk Caringin. Diketahui, kenaikan harga cabai dipicu oleh penurunan produksi di tingkat petani (Lembang) akibat curah hujan tinggi dan serangan hama.

“Kadis Perdagangan Kota Bandung disarankan segera berkoordinasi dengan sentra produksi dan memberikan Fasilitasi Dukungan Distribusi (FDP) untuk membantu biaya transportasi, sehingga harga cabai rawit merah bisa ditekan,” ujar I Gusti Ketut Astawa.

Sementara untuk telur ayam, produsen di Blitar dan distributor telah diberikan surat teguran agar segera menyesuaikan harga agar kembali mendekati HAP.

Satgas juga menemukan pedagang Minyakita yang menjual di atas harga ketentuan karena membeli melalui media sosial (bukan mitra resmi). Sebagai solusi, Bulog dan Dinas Perdagangan akan membantu proses legalitas pedagang tersebut menjadi mitra resmi Bulog agar mendapat pasokan harga standar.

Terkait isu harga daging sapi yang sempat dikabarkan melonjak hingga Rp160.000, Dirreskrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono memberikan klarifikasi. Hasil pengecekan menunjukkan harga daging sapi segar stabil di angka Rp130.000 – Rp140.000.

“Harga yang tinggi itu ternyata untuk jenis daging sapi super atau khas dalam yang sudah dibersihkan. Kami imbau pedagang memberikan penjelasan detail kepada konsumen agar masyarakat paham perbedaan harga tersebut,” katanya

Dirreskrimsus menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan melakukan tindakan hukum bagi oknum yang mencoba mempermainkan harga di tengah momentum hari raya.

“Kami imbau produsen dan distributor agar menjual sesuai aturan. Jika melanggar, kami akan tindak tegas dengan sanksi berlapis. Masyarakat juga bisa melaporkan temuan harga tidak wajar melalui hotline Satgas Saber Pangan,” tegasnya, Minggu (15/3/2026).

Pemerintah menjamin pengawasan ini akan terus diintensifkan hingga Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 berakhir, guna memastikan hak masyarakat mendapatkan pangan murah dan berkualitas tetap terpenuhi.

tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar