• Rabu, 21 Oktober 2026

Pemprov Jabar Dorong Kawasan Rebana Metropolitan Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Jawa Barat

Pemprov Jabar Dorong Kawasan Rebana Metropolitan Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Jawa Barat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dalam JCC Meeting terkait kerja sama Japan International Cooperation Agency (JICA) di kawasan Rebana, yang berlangsung di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Humas Jabar

Jakarta,TarungNews.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mendorong kawasan Rebana Metropolitan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat sekaligus bagian penting dalam upaya memperkuat kontribusi daerah terhadap target Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dalam JCC Meeting terkait kerja sama Japan International Cooperation Agency (JICA) di kawasan Rebana, yang berlangsung di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20726/pemprov-jabar-dipimpin-sekda-herman-suryatman-tutup-operasional-tambang-pt-mas-putih-belitung.html

Herman mengatakan, pengembangan Rebana memiliki posisi strategis karena kawasan tersebut masih memiliki ruang yang luas untuk pertumbuhan ekonomi, berbeda dengan kawasan metropolitan yang sudah menghadapi keterbatasan ruang pengembangan.

Menurutnya, Rebana memiliki sejumlah modal penting, mulai dari kawasan industri, infrastruktur transportasi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan, sektor pertanian, pariwisata, hingga potensi investasi yang masih sangat besar.

“Kalau ingin mewujudkan Jawa Barat istimewa menuju Indonesia maju, salah satu kuncinya adalah bagaimana kita mengembangkan Rebana. Kawasan ini sangat potensial dan masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan,” ujar Herman.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20679/sekda-jabar-herman-suryatman-dorong-penguatan-kinerja-asn-lebih-berdampak-bagi-masyarakat.html

Karenanya Herman menilai Rebana harus dikawal melalui perencanaan dan eksekusi yang terintegrasi. Karena itu, masterplan pengembangan Rebana yang disusun bersama JICA tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi harus diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan.

“Masterplan jangan hanya bagus di atas kertas. Kita perlu membedahnya bersama, memberikan feedback, memastikan cocok dengan kondisi di lapangan, kemudian kita eksekusi bersama,” katanya.

Herman menekankan, tujuh kabupaten/kota yang menjadi bagian kawasan Rebana memiliki peran utama dalam menentukan keberhasilan pengembangan kawasan. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, kata dia, seyogyanya berfungsi memperkuat dukungan, fasilitasi, serta sinkronisasi kebijakan.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20655/melalui-aplikasi-sada-jabar-sekda-herman-dorong-kepala-desa-aktif-tingkatkan-ipm.html

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah di kawasan Rebana aktif memberikan masukan terhadap rancangan pengembangan yang tengah disiapkan. Menurutnya, dokumen tersebut masih memiliki ruang untuk disempurnakan hingga menjadi konsep bersama yang benar-benar mencerminkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.

“Ini bukan hanya menyangkut kepentingan pemerintah hari ini, tetapi menyangkut nasib anak cucu kita. Kalau lima tahun ke depan kita salah langkah, dampaknya panjang. Kalau tepat, kita bisa membangun fondasi yang kuat untuk masa depan,” tutur Herman.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/pendidikan/20607/1280-lulusan-sma-smk-ma-jabar-diberi-pelatihan-kerja-agar-mampu-bersaing-di-pasar-kerja-global.html

Selain investasi, Herman mengingatkan bahwa strategi pembangunan Rebana harus menjaga empat komponen utama pertumbuhan ekonomi, yakni belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor.

Ia menilai belanja pemerintah di kawasan Rebana perlu diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal. Pada saat yang sama, daya beli masyarakat harus dijaga melalui pengendalian inflasi dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

“Kalau inflasi terkendali, daya beli masyarakat terjaga. Kalau daya beli terjaga, konsumsi masyarakat bisa bertumbuh. Ini penting karena konsumsi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian,” jelasnya.

Di sisi investasi, Herman menyebut sejumlah kawasan industri di Rebana telah menunjukkan perkembangan signifikan. Ia berharap peningkatan investasi tersebut terus dikawal agar menciptakan lapangan kerja dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

097,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar