• Minggu, 13 September 2026

KPK Tegaskan Akan Telusuri Aliran Uang Ridwan Kamil ke Sejumlah Pihak termasuk yang Tidak Dilaporan ke LHKPN

KPK Tegaskan Akan Telusuri Aliran Uang Ridwan Kamil ke Sejumlah Pihak termasuk yang Tidak Dilaporan ke LHKPN Eks Gubernur Jabar Ridwa Kamil Bantah Sudah Menerima Aliran Uang dari Pengadaan Iklan di Bank BJB. (Ist)

Jakarta,TarungNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memanggil lagi mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb).

Menurut penyidik KPK, pemeriksaan itu untuk mendalami sejumlah aset RK yang tersebar di banyak wilayah dan tidak dimasukkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan memastikan bakal menelusuri informasi mengenai dugaan aliran uang dari Ridwan Kamil (RK) ke sejumlah pihak terkait, termasuk perempuan yang selama ini digosipkan dekat dengannya.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan dana non-bujeter yang dikelola Divisi Corporate Secretary Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb).

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/nasional/18864/eks-gubernur-jabar-ridwan-kamil-bantah-sudah-menerima-aliran-uang-dari-pengadaan-iklan-di-bank-bjb.html

"KPK masih akan terus mempelajari terkait dengan dugaan aliran uang dari pak RK ke mana saja, untuk apa saja," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (24/12).

Budi menjelaskan hal itu sempat didalami penyidik saat memeriksa RK sebagai saksi untuk pertama kalinya pada 2 Desember 2025

Menurut Budi, banyak informasi yang harus dikonfirmasi lebih lanjut kepada RK. Salah satunya, mengenai banyaknya aset di sejumlah wilayah yang tak dilaporkan ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/nasional/18863/kpk-periksa-mantan-gubernur-jabar-ridwan-kamil-terkait-kasus-iklan-di-bank-bjb.html

"Nah, terkait dengan aliran uang, KPK menduga dari uang-uang yang bersumber dari dana nonbudjeter di mana anggaran yang tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk pengadaan belanja iklan tersebut yaitu sejumlah Rp222 miliar dari total nilai proyek Rp409 miliar atau lebih dari 50 persen anggaran belanja iklan ini digunakan untuk dana nonbudjeter, ini masih terus dilakukan penelusuran termasuk kepada pak RK," tegas Budi.

"Sehingga dalam progresnya tidak hanya pak RK, tidak hanya berhenti di sini saja tapi kemudian penyidik juga mendalami kepada pihak-pihak lain yang diduga ada kaitannya dengan aliran dari pak RK. Termasuk soal pembelian aset kemudian dugaan aliran-aliran lainnya. Ini masih akan terus ditelusuri," kata Budi.

Sebelumnya Ridwan Kamil memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/nasional/18858/kpk-sudah-kirim-surat-pemanggilan-ridwan-kamil-untuk-diperiksa-pekan-ini-terkait-kasus-iklan-bjb.html

Dalam kesempata tersebut Ridwan Kamil mengklaim tidak mengetahui pengadaan iklan di Bank BJB dan membantah telah menerima aliran uang terkait dengan kasus yang sedang diusut tersebut.

“ Intinya saya hari ini memberikan rasa penghormatan tertinggi untuk supremasi hukum, makanya saya datang dalam rangka transparansi dan juga memberikan kewajiban akuntabilitas sebagai mantan pejabat publik,” ujar Ridwan Kamil saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12).

"Pada dasarnya yang paling utama adalah saya itu tidak mengetahui yang menjadi perkara dana iklan ini, karena dalam tupoksi (tugas pokok dan fungsi) gubernur, aksi korporasi dari BUMD ini itu dilakukan oleh teknis mereka sendiri," ucap Ridwan Kamil  kepada awak media.

Red,tarungnews.com

 

 

 

Bagikan melalui:

Komentar