Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta seluruh masyarakat ikut mengawasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, termasuk memastikan kualitas pekerjaan, teknis pelaksanaan, hingga kesesuaian antara pekerjaan dengan rencana dan anggaran yang telah ditetapkan.
Dedi Mulyadi Gubernur yang akrab di sapa KDM, menegaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam mengawasi pembangunan karena anggaran yang digunakan untuk membiayai berbagai program pemerintah berasal dari uang masyarakat, termasuk pajak yang dibayarkan warga.
“Terus lakukan pengawasan terhadap pembangunan yang dilaksanakan di Jawa Barat. Infrastruktur yang merata di seluruh Provinsi Jawa Barat, perhatikan kualitas jalannya, perhatikan teknis pelaksanaannya, lihat papan pengumumannya,” tegas KDM dikutif Minggu (20/9/2026).
KDM juga mengatakan, pengawasan tersebut diperlukan agar pembangunan yang dikerjakan benar-benar sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan.
“Sehingga apa yang dikerjakan harus sesuai dengan apa yang direncanakan dan apa yang dianggarkan,” katanya.
KDM mengucapkan apresiasi kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajiban membayar pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor.
Ia menekankan bahwa anggaran pembangunan merupakan anggaran bersama yang bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak.
“Karena anggaran itu merupakan anggaran kita bersama, bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh seluruh warga. Saya ucapkan terima kasih pajak kendaraan promotornya,” ucapnya.
Industri Semen Diminta Perhatikan Daya Dukung Jalan
Dalam kesempatan tersebut, KDM sempat menyoroti aktivitas industri semen di berbagai wilayah Jawa Barat, khususnya kendaraan pengangkut material atau barang produksi yang melintasi jalan provinsi.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerbitkan surat edaran sebagai bentuk penegasan kepada industri semen agar menyesuaikan kualitas dan kuantitas tonase angkutan dengan daya dukung jalan yang dilalui.
“Untuk industri-industri semen di seluruh Provinsi Jawa Barat, kami sudah membuat surat edaran penegasan apabila melewati jalan provinsi maka kualitas dan kuantitas tonasenya harus disesuaikan dengan daya dukung jalan,” katanya.
Menurut KDM, apabila tonase kendaraan tidak sesuai dengan kapasitas jalan, terdapat dua pilihan yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Pertama, perusahaan harus menyesuaikan tonase angkutan dengan kapasitas jalan. Konsekuensinya, jumlah material atau barang produksi yang diangkut harus dikurangi sesuai dengan kemampuan jalan.
“Apabila tonasenya tidak sesuai dengan kapasitas jalan maka langkahnya ada dua. Satu, disesuaikan tonasenya dengan kapasitas jalan dan angkutannya diturunkan jumlah besaran barang material atau barang produksi yang dibawanya,” jelas KDM.
Pilihan kedua, jalan yang digunakan untuk mendukung aktivitas industri dapat diserahkan kepada perusahaan untuk dibangun sendiri dengan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri.
“Atau yang kedua, jalan tersebut diserahkan kepada perusahaan untuk dibangun sendiri sesuai dengan spek yang dibutuhkan oleh industri,” ujarnya.
Jaga Infrastruktur untuk Generasi Mendatang
KDM mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah tersedia agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik yang dibangun menggunakan anggaran bersama demi kepentingan generasi mendatang.
“Jagalah apa yang sudah ada agar bermanfaat bagi kepentingan anak cucu kita di masa depan,” ucap KDM.
096,tarungnews.com