• Rabu, 21 Oktober 2026

KDM Hentikan Sementara Proyek Data Center AI di Jatiluhur Dengan Nilai Investasi Rp3,5 Triliun

KDM Hentikan Sementara Proyek Data Center AI di Jatiluhur Dengan Nilai Investasi Rp3,5 Triliun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist)

Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence (AI) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dedi Mulyadi, Gubernur yang akrab di sapa KDM, meminta proses perizinan ditangani dengan cepat. Pada saat yang sama, perusahaan diminta melengkapi persyaratan yang diperlukan untuk pembangunan pusat data tersebut.

Penghentian sementara proyek Data Center AI dilakukan oleh KDM setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Senin (28/9/2026).

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20811/tanah-milik-ptpn-dan-perhutani-di-kawasan-gunung-wayang-pengelolaanya-diambil-alih-pemprov-jabar.html

KDM sebelumnya, menyoroti kekhawatiran pembangunan data center AI di kawasan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Mereka buka suara soal kebutuhan air yang akan digunakan dalam proyek itu.

Data center AI milik BDX di Jatiluhur, Purwakarta berada di atas lahan 8.000 meter dengan pengembangan mencapai 11 hektare. Proyek yang memiliki nilai investasi Rp 3,5 triliun akan berkapasitas listrik berdata 120 megawatt (MW) dan kapasitas pengembangan 640 MW.

KDM mengatakan, kebutuhan air pusat data harus dihitung sejak awal dan tidak boleh dibahas setelah beroperasi penuh. Dengan begitu tidak mengganggu alokasi air untuk sektor pertanian setempat.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20804/ini-rencana-kdm-terkait-perkembangan-pembongkaran-teras-cihampelas-bandung.html

Kebutuhan air pusat data itu mencapai 384 liter per detik (LPS) atau 0,4 meter kubik per detik. Konsumsi air berdasarkan kebutuhan itu mencapai 33 ribu meter kubik atau 33 juta liter per hari.

Kebutuhan itu juga tak langsung mencapai angka maksimal, namun pada tahap awal sekitar 6.000 meter kubik per hari. Baru kemudian akan meningkat seiring pengembangan fasilitas.

"Kalau ini kan ngambilnya tetap dari Jatiluhur, tapi masuk di PDAM. Maksudnya ngambil airnya dari Jatiluhur, masuknya ke PDAM, beli airnya dari PDAM," jelas KDM.

KDM menambahkan mekanismenya harus dibedakan karena terdapat alokasi untuk berbagai penggunaan seperti kebutuhan bagi pertanian, pembahasan kebutuhan air tidak dilakukan secara asumsi. "Kita objektif aja. Berapa kebutuhannya?" tegasnya.

098,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar