Bandung,TarungNews.com - Jawa Barat kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim terdepan di Tanah Air. Provinsi Jawa Barat resmi mempertahankan peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026, sekaligus menjadi andalan utama Indonesia untuk menggaet wisatawan Muslim mancanegara.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 dan diterima oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
“Prestasi membanggakan ini adalah buah dari kerja keras, evaluasi, dan kolaborasi erat dari seluruh pihak. Target kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat akhirnya terwujud nyata,” ujar Erwan Setiawan melalui unggahan di akun Instagram resminya, Sabtu (17/10/2026).
Capaian ini melanjutkan tren positif perkembangan pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat. Setelah sempat berada di peringkat keenam pada IMTI periode 2019, 2021, dan 2023, Jawa Barat melesat ke posisi puncak nasional pada 2025 dan sukses mempertahankannya pada 2026.
Prestasi Jawa Barat di tingkat nasional turut diperkuat oleh pengakuan internasional. Pada Juni 2026 lalu, Jawa Barat dianugerahi penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of the Year pada GMTI Awards dalam ajang Halal In Travel Global Summit di Singapura.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan kepada wilayah di negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) yang menunjukkan perkembangan paling menjanjikan dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim.
Berdasarkan data Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, pergerakan wisatawan Muslim internasional mencapai 196 juta kunjungan pada 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga 262 juta kunjungan pada 2030, dengan nilai belanja diperkirakan mencapai US$310 miliar (sekitar Rp4.960 triliun) per tahun.
Pada pemeringkatan GMTI 2026, Indonesia berhasil naik ke peringkat kedua dunia, berbagi posisi bersama Arab Saudi dan Turki, di bawah Malaysia yang berada di posisi puncak.
Sebagai pembanding, Malaysia mencatat 5,4 juta kunjungan wisatawan Muslim internasional dengan nilai belanja RM19,54 miliar (sekitar Rp70,3 triliun) pada 2024, serta melaporkan 9,7 juta kunjungan wisatawan Muslim pada 2025. Indonesia sendiri secara keseluruhan mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025.
Dengan pergerakan wisatawan nusantara yang mencapai 211,76 juta perjalanan sepanjang 2025, Jawa Barat memiliki modal ekonomi dan infrastruktur yang sangat kuat. Kawasan unggulan seperti Bandung Raya, Bogor, Puncak, Pangandaran, hingga Cirebon menawarkan keragaman wisata alam, kuliner, belanja, budaya, serta rekreasi keluarga yang didukung aksesibilitas dekat dengan Jakarta.
Tantangan utama Jawa Barat selanjutnya adalah mengonversi deretan penghargaan tersebut menjadi dampak ekonomi riil, seperti peningkatan durasi menginap (length of stay), rata-rata belanja wisatawan, hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat rantai pasok pariwisata halal guna menggerakkan sektor perhotelan, restoran, hingga UMKM demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
085,tarungnews.com