• Rabu, 21 Oktober 2026

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan sebagai Soft Power Strategis Bangsa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan sebagai Soft Power Strategis Bangsa Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan sebagai Soft Power Strategis Bangsa. (Kemenbud)

Jakarta,TarungNews.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menegaskan bahwa kebudayaan harus dipandang sebagai infrastruktur kepercayaan dan pengaruh (soft power) Indonesia di kancah global. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan panel speech dalam acara Simposium Internasional ke-18 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.

Simposium Internasional PPI Dunia atau OISAA International Symposium adalah ajang pertemuan tahunan bagi pelajar dan diaspora Indonesia di seluruh dunia. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah akademis dan diplomasi untuk membahas gagasan strategis, hasil riset, serta isu-isu krusial bagi kemajuan Indonesia.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/budaya/20269/%C3%A2%E2%82%AC%C5%93misbud-2026%C3%A2%E2%82%AC%C2%9D-ajang-diplomasi-budaya-pelajar-indonesia-di-enam-negara-eropa.html

Pada tahun 2026 ini, PPI Dunia menyelenggarakan 18th OISAA International Symposium dengan mengusung tema “Inventarisasi Budaya sebagai Instrumen Diplomasi, Revitalisasi Peradaban dan Identitas Bangsa”.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan menyoroti pentingnya peran sekitar 200.000 pelajar Indonesia di luar negeri, termasuk konsentrasi terbesar di Mesir yang mencapai hampir 20.000 pelajar, sebagai jembatan strategis dalam memperkuat diplomasi budaya dan peradaban bangsa.

Menurut Menbud, terdapat lima peran strategis PPI bagi dunia, yakni Knowledge Connector; Institution Connector; penggerak Brain Circulation; Cultural Intelligence Contributor; serta Ecosystem Builder.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/budaya/19776/kirab-mahkota-binokasih-di-kabupaten-bogor-simbol-keagungan-dan-legitimasi-sunda.html

“Posisi pelajar sangat strategis. Pelajar adalah kurator narasi Indonesia, penghubung dan pembangun ekosistem, serta penggerak jejaring pendidikan dan kebudayaan. Pelajar juga memiliki akses terhadap pengetahuan, konteks lokal, dan jejaring yang sering kali tidak dapat dibangun melalui jalur formal. Lima peran strategis tersebut merupakan bekal Indonesia pada tingkat jejaring global,” papar Menbud Fadli.

Menbud Fadli Zon juga menggarisbawahi kebudayaan sebagai New Engine of Growth. Dengan nilai industri kreatif global mencapai USD 4,3 triliun per tahun, Indonesia berpotensi besar mentransformasikan modal budayanya melalui ekosistem Circular Cultural Economy guna mendongkrak pengaruh budaya (cultural influence) di tingkat internasional. Pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri mempunyai ruang kontribusi yang sangat besar dalam memperkenalkan dan mendorong budaya Nusantara sebagai motor penggerak ekonomi.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/budaya/19705/festival-kreasi-seni-jawa-barat-diadakan-rutin-di-taman-budaya-gratis-untuk-umum.html

“Inventarisasi, riset, dan pelindungan harus menjadi dasar untuk mengubah kekayaan budaya menjadi kapasitas produktif. Artinya, ruang untuk mengubah kekayaan budaya menjadi cultural influence memiliki potensi yang sangat besar. Kita perlu membangun ekosistem Circular Cultural Economy yang menghubungkan aset budaya, kreativitas, kekayaan intelektual, produksi, pembiayaan, distribusi, hingga pasar untuk memberikan pengaruh,” lanjut Menbud Fadli Zon.

Agenda 18th OISAA International Symposium dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Mesir, Kuncoro Giri Waseso; Koordinator PPI Dunia 2025-2026, Andika Ibrahim Nasution beserta jajaran pengurus PPI Dunia; dan delegasi dari 68 PPI Negara.

Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan yaitu, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Promosi Kebudayaan, Wawan Yogaswara; dan Kepala Sub Direktorat Hubungan Media, Andhini Widyasari.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/budaya/19330/seni-pertunjukan-jadi-kunci-pariwisata-wali-kota-bandung-dorong-perbanyak-event-budaya.html

Menutup sambutan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap Simposium Internasional ke-18 PPI Dunia ini dapat menghasilkan gagasan dan kolaborasi yang berkelanjutan untuk memperkuat kontribusi pelajar Indonesia bagi masa depan bangsa di tingkat dunia.

"PPI Dunia dan seluruh PPI Negara diharapkan dapat memperkuat jejaring pengetahuan Indonesia di dunia. Sehingga, dapat mendorong Indonesia mengenali jejak budaya dan pengetahuan di berbagai negara, membuka akses terhadap institusi serta sumber daya. Hadirkan Indonesia melalui kualitas akademik, integritas, riset, karya, kolaborasi, dan persahabatan," ungkap Menbud Fadli Zon.

Melalui penyelenggaraan Simposium Internasional ke-18 PPI Dunia ini, Kementerian Kebudayaan berharap jaringan pelajar Indonesia di seluruh penjuru dunia dapat terus memperkuat perannya sebagai simpul diplomasi dan pengetahuan bangsa. Sinergi antara pemerintah, diaspora, dan pelajar internasional diharapkan dapat terus terjalin erat demi memperluas jangkauan kebudayaan Indonesia di tingkat global.

097,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar