Bandung,TarungNews.com - Pemerintah Kota Bandung tengah berpacu dengan waktu dalam menangani persoalan sampah, terutama menjelang rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada Desember 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan, saat ini sistem pengangkutan sampah masih menghadapi keterbatasan operasional.
Secara efektif, pengangkutan hanya dapat dilakukan dari Senin hingga Kamis. Sedangkan pada akhir pekan sampah harus ditampung sementara di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
“Ini kondisi nyata di lapangan. Jumat sampai Minggu kita tampung dulu, Senin baru diangkut,” katanya di Teras Sunda Cibiru, Kota Bandung, Sabtu, 25 April 2026.
Saat ini, terdapat sekitar 500 ton sampah per hari yang belum dapat dikelola secara optimal.
Untuk itu, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan hingga 600 ton per hari dalam waktu dua bulan ke depan.
Strategi yang dilakukan meliputi penguatan pengolahan sampah berbasis kewilayahan di tingkat RW melalui program ekonomi sirkular, yang mencakup pengolahan sampah organik, urban farming, serta pengelolaan dapur sehat.
Selain itu, Pemkot juga akan membangun 36 titik fasilitas pengolahan sampah di tingkat kecamatan dengan berbagai teknologi, mulai dari pengolahan organik hingga teknologi termal.
Namun demikian, tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya kapasitas pengelolaan di tingkat masyarakat. Hingga saat ini, kurang dari 10 persen RW yang mampu mengelola sampah secara mandiri.
“Target kita, sampah organik harus selesai di tingkat RW. Ini berat, tapi harus kita kejar,” ujar Farhan.
tarungnews.com