• Selasa, 14 April 2026

Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tidak Akan Naik Hingga Akhir Tahun 2026

Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tidak Akan Naik Hingga Akhir Tahun 2026 Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun 2026. Hal tersebut dikatakan Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026). Istimewa

Jakarta,TarungNews.com - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun 2026. Hal tersebut dikatakan Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Menkeu Purbaya mengatakan, tidak dapat memprediksi maupun memberikan jaminan terkait dinamika harga BBM non-subsidi karena komoditas tersebut tidak termasuk yang mendapatkan keringanan harga dari pemerintah.

“Kami siap tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata,” ujar Purbaya.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19155/menkeu-purbaya-dorong-pertumbuhan-ekonomi-berkualitas-di-tahun-2026.html

Purbaya juga menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah mitigasi serta menghitung ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jika harga minyak dunia naik, baik menjadi 80 dolar AS per barel maupun 100 dolar AS per barel.

“Jadi, (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kami sudah hitung (anggaran subsidinya masih cukup),” tegas Purbaya.

Selain anggaran APBN, Menkeu Purbaya menambahkan,  pemerintah masih memiliki sumber dana lain untuk mengantisipasi tekanan harga minyak dunia, salah satunya adalah dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun, termasuk Rp200 triliun penempatan di perbankan.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18985/menkeu-purbaya--kinerja-apbn-2025-tetap-terjaga.html

Selain itu, menurut Menkeu, pemerintah juga masih memiliki berbagai pos pendapatan yang dapat menjadi buffer/cushion (bantalan) bagi kebutuhan anggaran subsidi tersebut, seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

“Yang penting adalah dananya ada, cushion kita masih ada, nanti juga Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batubara di pasar dunia,” katanya.

Menkeu juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah berupaya memangkas anggaran pada berbagai pos pengeluaran yang kurang efisien di kementerian dan lembaga. Hal tersebut mengingat setiap harga minyak dunia mengalami kenaikan 1 dolar AS per barel, maka pemerintah perlu menambah subsidi sebesar Rp6,8 triliun.

Ia menuturkan, upaya efisiensi tersebut juga ditunjukkan untuk menjaga tingkat defisit pengeluaran APBN tetap terjaga di level 2,92 persen tanpa harus memanfaatkan SAL.

“Nanti kami ajak (kementerian dan lembaga) supaya minimum (meminimalkan pengeluaran), kami kendalikan dan kami maintain (jaga) yang lain juga, kami boost (tingkatkan) pendapatan dari beberapa sektor, termasuk komoditas,” tutur Menkeu.

Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun memastikan ke Purbaya soal kemampuan negara menjamin harga BBM tidak naik.

Misbakhun juga minta kepastian kepada pemerintah kalau kenaikan harga BBM subsidi itu tidak akan terjadi hingga akhir tahun ini.

"Jadi saya ingin memastikan lagi nih Pak. Ini apa yang bapak sampaikan terakhir ini sangat penting ini untuk diketahui masyarakat Pak. Bahwa exercise harga BBM di 80, 90 dan 100 pun negara sudah siap ya Pak?" tanya Misbakhun.

"Sudah siap. Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100. Jadi kita sudah siap pola sampai sana," jawab Purbaya.

tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar