• Rabu, 21 Oktober 2026

Wakapolri: Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Sudah Dilaporkan Kepada Presiden Prabowo

Wakapolri: Peristiwa Ledakan di SMAN 72 Sudah Dilaporkan Kepada Presiden Prabowo Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyatakan bahwa peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. DOK Humas

Jakarta,TarungNews.com - Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyatakan bahwa peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bersamaan dengan acara pelantikan Tim Percepatan Reformasi Polri di Istana Negara.

“Sudah, sudah, sudah (dilaporkan kepada Presiden Prabowo),” ungkap Wakapolri, Jumat (7/11/25).

Ia menerangkan, dalam kasus ini penanganan dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya. Hingga kini, pendalaman penyebab ledakan pun masih berlangsung.

“Sedang didalami, sedang didalami dulu. Nanti disampaikan hasilnya,” jelas Wakapolri.

Komjen Pol. Dedi memastikan bahwa proses penanganan peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara akan dilakukan dengan cepat. Diketahui, dalam peristiwa tersebut terdapat 54 korban luka.

Seperti di ketahui ledakan terjadi dua kali di masjid SMAN 72 Jakarta dan di luar masjid. Kejadian ini menimbulkan kepanikan para siswa hingga berlarian keluar halaman sekolah.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan ledakan terjadi saat salat Jumat berlangsung. Dia menyebut ledakan terjadi saat khotbah.

“Pas sudah khotbah ya, sudah khotbah," ujar Asep di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut terduga pelaku ledakan itu sudah diketahui. Pelaku diduga masih dari lingkungan SMAN 72 Jakarta.

"Informasi sementara (terduga pelaku) masih dari lingkungan sekolah tersebut," ujar Kapolri dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (7/11). Kapolri menjawab pertanyaan apakah terduga pelaku berusia 17 tahun berstatus mahasiswa.

Jenderal Sigit mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman untuk mencari tahu motif pelaku.

"Anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas korban, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami," kata dia.

Jenderal Sigit menambahkan saat ini ada dua orang yang dilakukan operasi. Salah satunya adalah terduga pelaku.

"Salah satu dari yang saat ini melaksanakan operasi terduga pelaku dan untuk motif saat ini sedang kita dalami," tuturnya.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar