Subang,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus berlanjut dengan menggandeng investor dari Sumitomo Corporation, Jepang dengan investasi sebesar Rp7,4 triliun, berlanjut dengan investasi sekitar Rp 7,4 triliun.
Proyek yang melibatkan investor asal Jepang tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal IV 2029 atau kuartal I 2030.
Melalui unggahan medsos pribadinya yang memperlihatkan saat Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM, menjamu para delegasi investor dari Sumitomo Corporation, Jepang. Kunjungan penting terkait proyek besar ini justru dibalut dengan suasana hangat, penuh canda tawa, dan sajian kuliner khas Sunda, pada Kamis (8/10/2026).
KDM mengatakan bahwa sudah bertemu dengan satu investor yang akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Legok Nangka. “ Kita sudah bertemu dengan salah satu investor untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Legok Nangka” kata KDM.
Sumitomo Corporation asal Negara Jepang merupakan pihak investor utama yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka.
“Kita sudah bertemu dengan salah satu investor yang membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Legok Nangka, dan kita sudah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan sudah siap. Nanti masyarakat Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Garut, dan Sumedang sampahnya diproduksi menjadi listrik di Legok Nangka,” tegas KDM
PSEL Legok Nangka memiliki nilai investasi sekitar Rp7,4 triliun, dengan skema pendanaan yang mencakup sekitar Rp5 triliun dari investor, Rp2 triliun hibah Pemerintah Pusat, dan Rp350 miliar hibah Pemerintah Belanda.
Fasilitas ini dirancang mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
Sampah dari enam daerah tersebut akan diproses menggunakan teknologi waste-to-energy untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 40,79 megawatt (MW).
Pembangunan PSEL Legok Nangka diharapkan menjadi solusi bagi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya, yang selama ini masih bergantung pada tempat pemrosesan akhir, termasuk TPA Sarimukti.
Melalui proyek ini, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah yang harus ditangani, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat menghasilkan energi dan memberikan manfaat ekonomi.
Pemprov Jabar berharap proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga pengolahan sampah regional dan produksi listrik dapat segera direalisasikan.
098,tarungnews.com