Jakarta,TarungNews.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah menyelidiki asal kayu gelondongan yang ikut terbawa dalam banjir di Sumatera.
“Sedang tahap penyelidikan,” ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Brigjen Pol. Irhamni mengaku baru akan mengusut untuk mengetahui asal-usul kayu gelondongan tersebut. "Belum tahu asalnya, ya (sedang diselidiki)," tegasnya.
Sebelumya Kementerian Kehutanan meyatakan tengah menelusuri sumber-sumber kayu yang terbawa banjir di Sumatera, termasuk potensi kayu yang berasal dari illegal logging atau pembalakan liar dan praktik ilegal lainnya, mengingat sebelumnya terungkap sejumlah kasus peredaran kayu ilegal di wilayah terdampak.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menjelaskan, terkait kayu-kayu yang terbawa banjir di Sumatera dapat berasal dari beragam sumber, mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, material bawaan sungai, area bekas penebangan legal, hingga penyalahgunaan Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) dan pembalakan liar (illegal logging).
"Dari pemberitaan yang berkembang, saya perlu menegaskan bahwa penjelasan kami tidak pernah dimaksudkan untuk menafikan kemungkinan adanya praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir, melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang kami telusuri dan memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan," tegas Dwi dalam keterangannya, Minggu (30/11/25).
Meski demikian, Dwi mengatakan pihaknya tak dapat mengesampingkan potensi kayu tersebut berasal dari praktik ilegal. Kayu gelondongan itu sendiri kini berserakan di permukiman warga hingga pantai.
Bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar, Aceh, dan Sumut itu telah menyebabkan 659 orang tewas. Selain itu, 1 juta orang menjadi pengungsi akibat bencana tersebut.
Sebelumnya Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, turut menyoroti fenomena gelondongan kaya yang terbawa banjir tersebut.
Melalui unggahan di Instagram, ia mendesak pemerintah untuk mengusut secara komprehensif dugaan illegal logging dan perambahan hutan yang disebut-sebut menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi di Sumatera.
“Apakah bencana ini murni karena perubahan cuaca ekstrem? Atau ada indikasi illegal logging dan perkebunan tanpa izin yang membabat hutan?” tulis Rieke pada Minggu (30/11/2025).
Rieke menegaskan pentingnya langkah konkret dari pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan, untuk memastikan tidak ada kejahatan lingkungan yang dibiarkan berlanjut.
Red,tarungnews.com