• Minggu, 13 September 2026

Polda Jabar Gandeng Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan

Polda Jabar Gandeng Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat melakukan langkah proaktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Aula Mapolda Jabar, Jumat (13/2/2026), kepolisian mempertemukan berbagai instansi kunci untuk menyusun strategi “hulu ke hilir” bagi para petani. DOK Humas

Kota Bandung,TarungNews.com - Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat melakukan langkah proaktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Aula Mapolda Jabar, Jumat (13/2/2026), kepolisian mempertemukan berbagai instansi kunci untuk menyusun strategi “hulu ke hilir” bagi para petani.

Rapat ini menjadi wadah sinergi antara Polri dengan Perum Bulog, BPS Jabar, PTPN VIII, Dinas Tanaman Pangan, organisasi keagamaan (NU dan Muhammadiyah), hingga perbankan nasional (BNI, BRI, Mandiri, dan BTN).

Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, memaparkan empat strategi utama yang dirancang untuk memutus hambatan modal dan lahan bagi petani binaan. Strategi tersebut meliputi

  1. Keroyok Bareng Polri: Konsep gotong royong lintas unit.
  2. Skema CSR (Pemodal 0%): Akses modal tanpa bunga bagi petani.
  3. Modal Primkoppol: Pendanaan melalui koperasi kepolisian.
  4. Implementasi KUR: Maksimalisasi Kredit Usaha Rakyat melalui fasilitas perbankan.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/19370/ketegasan-polda-jabar-bongkar-mafia-lpg-subsidi-diapresiasi-pertamina-patra-niaga.html

“Kami ingin memastikan seluruh ekosistem berjalan dari hulu hingga hilir, mulai dari pembiayaan, pengelolaan lahan, sampai jaminan distribusi hasil panen,” tegas AKBP Condro Sasongko.

Salah satu poin menarik dalam skema pertama adalah keterlibatan Polsek jajaran. Melalui program Keroyok Bareng, setiap Polsek ditargetkan mengelola minimal dua hektare lahan. Pembiayaan program ini bersumber dari CSR dan pemodal tanpa bunga, sehingga petani tidak tercekik oleh beban cicilan yang tinggi.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/19344/tim-dvi-polda-jabar-berhasil-identifikasi-80-jenazah-korban-longsor-cisarua-bandung-barat.html

Untuk skema kedua melalui Primkoppol, bantuan diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan sarana produksi (saprodi). “Bantuan langsung berupa bibit, pupuk, obat-obatan, hingga alsintan (alat mesin pertanian). Ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan langsung terasa manfaatnya di lahan,” tambah Condro.

Selain permodalan, Polda Jabar juga memfasilitasi pemanfaatan lahan milik PTPN dan Perhutani melalui sistem pinjam manfaat yang dikelola oleh kelompok tani. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalisasi lahan tidak produktif menjadi lumbung pangan baru.

Menyambut inisiatif tersebut, Kepala Perum Bulog Wilayah Jawa Barat, Nurman Susilo, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengawal hasil produksi petani. “Peran Bulog adalah memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga tetap terjaga di pasar,” jelas Nurman.

Di akhir paparannya, AKBP Condro Sasongko menekankan pentingnya aspek soft skill dalam menjalankan program besar ini. Ia berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk tidak pelit ilmu, berani menurunkan ego sektoral, dan memiliki sifat mudah memaafkan demi kelancaran program kemanusiaan ini.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar