• Rabu, 21 Oktober 2026

Desa Rengasjajar Bogor Bisa Dapat Penghasilan dari Tambang Parung Panjang Puluhan Miliar Setiap Tahun

Desa Rengasjajar Bogor Bisa Dapat Penghasilan dari Tambang Parung Panjang Puluhan Miliar Setiap Tahun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist)

Bogor,TarungNews.com – Sebelum di tutup untuk sementara tambang di wilayah Parung Panjang. Desa Rengasjajar, Cigudeg Kabupaten Bogor, mendapat pemasukan dari aktivitas tambang sampai puluhan miliar.

Hal tersebut di katakan Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM saat menemui Kepala Desa Rengasjajar, yang Bernama Rusli.Setiap

Dari hasil pertemuan tersebut, barulah terungkap bahwa desa Rengasjajar bisa mendapatkan dana sampai puluhan miliar rupiah dari aktivitas pertambangan.

KDM megatakan bahwa Kades Desa Rengasjajar melakukan pungutan sebesar Rp100ribu untuk satu mobil truck tronton yang lewat dari gunung,

Menurut Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM dari setiap mobil truck tronton dimintai uang sebesar Rp100ribu dengan jumlah tronton pengangkut hasil tambang berjumlah 500 tronton.

"500 tronton dikali Rp 100 ribu perhari berarti Rp 50 juta sehari. Sebulan berarti Rp 1,5 miliar," kata KDM. Seperti dikutip jawapos.com.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18487/kdm-menjamin-kedepan-tidak-ada-lagi-truk-tambang-yang-melintas-di-parungpanjang.html

Pungutan juga dilakukan pemerintahan desa kepada perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayahnya setiap bulan. Setiap perusahaan memberikan dana kurang lebih Rp 5 juta.

Pungutan dari transporter yang angkanya mencapai Rp 100 ribu perhari dengan estimasi sekitar 500 tronton, dalam satu tahun penghasilan desa mencapai sekitar Rp 18 miliar.

Sedangkan penghasilan dari pungutan perusahaan dan penghasilan lain yang didapatkan desa Rengasjajar diperkirakan KDM mencapai Rp 25 miliar dan hal tersebut dibenarkan Kedes Rusli. Dengan demikian, dalam satu tahun penghasilan desa Rengasjajar berkisar Rp 43 miliar.

"Dari transporter saja setahun Rp 18 miliar. Kemudian dari yang lain-lain dapatlah Rp 25 miliar. Itu harusnya sudah bisa membangun infrastruktur yang baik," kata KDM.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18477/penutupan-tambang-parungpanjang-bogor-bukti-kehadiran-negara.html

"Tim investigatif Pemda Provinsi Jawa Barat yang terdiri atas para pakar di bidang lingkungan, pakar di bidang pertambangan, pakar di bidang ketenagakerjaan yang melibatkan perguruan tinggi ITB dan IPB sudah berjalan melakukan audit," kata KDM dalam video diunggah di Instagram.

KDM menegaskan nasib perusahaan-perusahan pertambangan baru akan diputuskan setelah keluar hasil penelitian ilmiah yang dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan peneliti dari ITB dan IPB.

"Kami akan mengambil keputusan berdasarkan hasil investigatif yang dilakukan. Tentunya pendekatannya pendekatan ilmiah akademik, bukan pendekatan-pendekatan politik. Dan salah satu fokus kita juga menyoroti pengelolaan ketenagakerjaan," papar KDM.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18430/kdm-resmi-keluarkan-surat-edaranse-terkait-penutupan-sementara-tambang-di-parung-panjang.html

KDM hadir melakukan intervensi ke Parung Panjang dan sekitarnya setelah pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan kebijakan relaksasi membolehkan truk-truk pertambangan boleh melintas hampir 24 jam di tengah perbaikan jalan utama.

KDM juga menegaskan akan bertanggung jawab terhadap para pekerja terdampak penutupan sementara aktivitas pertambangan untuk wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

KDM saat ini sedang menggodok dua opsi. Apakah akan memberikan uang tunai Rp 2 juta - Rp 3 juta selama perusahaan tambang ditutup atau diberikan pekerjaan baru. Mereka akan dipekerjakan di sejumlah posisi di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar