• Rabu, 15 April 2026

Kementan Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Aceh-Sumatera

Kementan Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Aceh-Sumatera Mentan Andi Amran Sulaiman saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. DOK Kementan

Jakarta,TarungNews.com - Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp336 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang terdampak parah oleh bencana banjir di tiga provinsi utama Sumatera: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Dana tersebut dialokasikan secara strategis untuk berbagai kegiatan pemulihan, mulai dari pembersihan endapan lumpur, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga penataan ulang lahan, yang semuanya esensial untuk mengembalikan fungsi optimal lahan pertanian.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto, mengatakan percepatan rehabilitasi bukan hanya sekadar upaya perbaikan fisik, melainkan bagian integral dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk menjaga stabilitas produksi pangan.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19107/berkat-gagasan-presiden-mentan-amran-swasembada-pangan-jadi-kinerja-terbaik-kabinet-merah-putih.html

"Percepatan rehabilitasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Hermanto, menyoroti urgensi dan skala program tersebut dalam konteks menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah berbagai tantangan Senin (16/2/2026).

Hermanto juga menyampaikan, program itu merupakan tindak lanjut kegiatan groundbreaking rehabilitasi yang dilaksanakan serentak pada 15 Januari 2026. Percepatan rehabilitasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah itu tetap dijalankan meskipun berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan Januari hingga Maret 2026 masih berada pada intensitas menengah hingga tinggi yang terus diantisipasi agar pelaksanaan rehabilitasi tetap berjalan optimal.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19099/presiden-prabowo-tegaskan-indonesia-berhasil-dalam-swasembada-pangan.html

"Harapan pemerintah ke depan adalah segera merehabilitasi lahan sawah dan memperbaiki irigasi pertanian yang rusak agar dapat dimanfaatkan kembali oleh petani untuk menanam," ujar Hermanto.

Ia menjelaskan kondisi curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah menjadi faktor yang terus diantisipasi dalam pelaksanaan program di lapangan.

Hermanto menjelaskan tantangan saat ini adalah masih adanya hujan dengan intensitas cukup tinggi di sejumlah lokasi desa di Aceh, Sumut dan Sumbar sehingga berdampak pada lahan sawah yang harusnya dipersiapkan untuk dilakukan pengangkatan endapan lumpur.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19098/presiden-prabowo-hadir-pada-panen-raya-dan-pengumuman-swasembada-pangan-di-karawang-jawa-barat.html

Kondisi tersebut membuat tim teknis harus melakukan penyesuaian strategi penanganan di lapangan. “Sehingga saat ini kita akan melakukan survei ulang di lapangan untuk mengidentifikasi sedimen/ endapan lumpur baru yang ke depan akan mempengaruhi biaya penanganannya seperti pembuangan sedimen di lahan, di saluran irigasi dan lain-lain,” jelas Hermanto.

Menurut Hermanto rehabilitasi irigasi pertanian turut dikombinasikan dengan perbaikan infrastruktur irigasi dalam menu program Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan.

Langkah itu sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar kegiatan optimasi lahan pada sawah terdampak bencana dialokasikan seluas 32 ribu hektar dengan komponen kegiatan konstruksi meliputi pembersihan lahan, penataan lahan, perbaikan infrastruktur, pengolahan lahan hingga pemanfaatan lahan.

Sementara itu, kegiatan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana dialokasikan seluas 9,9 ribu hektare dengan komponen kegiatan konstruksi meliputi pembersihan lahan, perapihan dan perataan tanah.

Selanjutnya pekerjaan tanah dengan galian saluran irigasi, pembuatan pematang dan galian saluran pembuangan/drainase, pengolahan lahan hingga pekerjaan rehabilitasi infrastruktur pendukung lain di tingkat usaha tani.

Program ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu penyusunan rancangan teknis, konstruksi, dan olah lahan.

"Saat ini ketiga provinsi masih berproses dalam kontraktual penyusunan dokumen rancangan teknis yang dikerjasamakan dengan sejumlah perguruan tinggi, serta sebagian melakukan revisi anggaran untuk menyesuaikan kebutuhan penanganan di lapangan," pungkasnya.

Red,tarungnews.com

 

 

Bagikan melalui:

Komentar