• Jumat, 17 April 2026

Menteri PKP Targetkan Bedah 40 Ribu Rumah “RUTILAHU” di Jabar

Menteri PKP Targetkan Bedah 40 Ribu Rumah “RUTILAHU” di Jabar Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab di sapa Bang Ara saat berkunjung di SMAN 1 Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026). DOK Kementerian PKP

Kab.Bandung,TarungNews.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terus memacu percepatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Di Jawa Barat, sebanyak 40 ribu unit rumah ditargetkan menjadi sasaran penerima manfaat program tersebut.

Hal tersbut di katakan Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab di sapa Bang Ara di SMAN 1 Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026) program ini difokuskan pada penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga prasejahtera. "Target bedah rumah 40.000 rumah tahun ini di Jawa Barat," ujar Bang Ara.

Bang Ara juga mengungkapkan, ribuan rumah warga di Kabupaten Bandung akan mendapatkan kucuran program BSPS. Langkah ini dilakukan melalui skema kerja sama dan kolaborasi antarinstansi.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19632/menteri-pkp-cek-rencana-lokasi-rusun-seluas-161-hektar-di-kawasan-senen.html

"Ya kita bahagia sekali. Ada 1.200 rumah (di Kabupaten Bandung) yang akan kita perbaiki rumah rakyat miskin," katanya.

Ia juga memaparkan keberhasilan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah berjalan. Selain itu, terdapat pula program bantuan tanpa jaminan dan tanpa bunga untuk masyarakat.

"Ada KUR bunga yang berhasil ada sekitar Rp 50 miliar untuk UMKM dari program Pak Prabowo tanpa jaminan bunga 0,5 persen," katanya.

Bang Ara mengaku tengah berupaya melawan praktik rentenir melalui skema KUR Perumahan. Salah satu skemanya adalah pengajuan pinjaman di bawah Rp 100 juta dengan beban bunga hanya 0,5 persen.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19260/menteri-pkp-maruarar-sirait-temui-presiden-prabowo-di-hambalang-bahas-141000-rumah-bersubsidi.html

"Bunganya 0,5 persen per bulan, setahun 6 persen, Rp100 juta ke bawah tanpa jaminan. Berikan itu kepada rakyat mudah-mudahan tidak ada lagi rentenir di Kabupaten Bandung," ucapnya.

"Kita bikin program yang lebih mudah, lebih murah, lebih cepat bagi rakyat kita sehingga rakyat kita bahagia tidak ada lagi dalam jeratan rentenir," tambahnya.

Dia menyebutkan, sebanyak 16,2 juta kaum ibu yang bekerja dari rumah telah mendapatkan akses permodalan melalui program Permodalan Nasional Madani (PNM). Ara pun menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi para perempuan tersebut.

"Saya terima kasih Ibu-ibu PNM dan SMF. Ini ada 16,2 juta ibu-ibu, mereka rata-rata bekerja berusaha di rumah," ucapnya.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19257/kdm-bersama-menteri-pkp-hadiri-land-clearing-rumah-susun-subsidi-untuk-rakyat-di-meikarta-bekasi.html

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutanya mengungkapkan terdapat beberapa metode dalam menangani permasalahan hunian warga. Salah satu metode yang paling krusial adalah bantuan rutilahu.

"Perumahan itu banyak ragamnya. Ada bantuan untuk rumah tidak layak huni. Saya nawarin lagi metodologinya, ada yang diusulkan melalui aspirasi DPR, ada juga yang rakyat bisa mengakses langsung melalui aplikasi," kata Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM.

KDM juga turut mengapresiasi kehadiran KUR perumahan dengan bunga rendah. Selain itu, ia menyebut wilayah Jawa Barat kini mulai mengembangkan hunian vertikal atau apartemen perumahan.

"Ada apartemennya di Bekasi, nanti ada di Depok, ada di Bogor, dan kita juga nanti bangun di Bandung ya. Nah, termasuk Pemprov Jabar, Pak Sekda siapin segera Peraturan Gubernurnya, setiap kawasan industri wajib untuk menyiapkan apartemen untuk karyawan," kata KDM.

"Jadi kalau ada kawasan, karena kita sudah tanahnya makin sempit, enggak bisa lagi ngandelin sawah dirubah, kebon dirubah, enggak bisa lagi. Jadi setiap ada kawasan industri, karyawannya harus sudah dihitung berapa karyawannya dan kawasan menyiapkan apartemennya," pungkasnya.

tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar