• Minggu, 13 September 2026

Perkuat Penanganan Karhutla, Presiden Probowo Terima Kunjungan Panglima Jilah di Istana

Perkuat Penanganan Karhutla, Presiden Probowo Terima Kunjungan Panglima Jilah di Istana Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Jakarta,TarungNews.com - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat serta penguatan peran masyarakat adat dalam menjaga ekosistem hutan.

Panglima Jilah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui penambahan personel dan dukungan sarana udara. Langkah penanganan lapangan tersebut bahkan telah berjalan selama sepekan terakhir.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20571/tekait-karhutla-di-kalimantan-barat-4-korporasi-dalam-proses-penyelidikan.html

“Kita membahas tentang karhutla. Tadi beliau membantu kita lewat personel untuk segera. Dan ini sudah dimulai, sudah sekitar satu minggu,” kata Panglima Jilah kepada wartawan seusai pertemuan di Istana Merdeka.

Dalam kesempatan itu, Panglima Jilah turut meluruskan stempel negatif yang sering dialamatkan kepada masyarakat peladang Dayak saat musim karhutla. Ia menegaskan bahwa tradisi berladang masyarakat adat memiliki kearifan lokal tersendiri dan tidak dilakukan di kawasan rentan.

“Ladang itu dengan perkebunan kadang-kadang bersamaan waktunya. Akhirnya peladang yang disalahkan. Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut, melainkan di lahan mineral,” terangnya.

Panglima Jilah menjelaskan masyarakat adat memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran lahan. Ia menegaskan, masyarakat adat tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak kebakaran, tetapi juga ikut melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20567/presiden-prabowo-optimistis-karhutla-di-kalimantan-segera-terkendali-.html

“Jadi kalau kita membakar, di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya,” tegas Panglima Jilah.

Panglima Jilah menambahkan, bahwa tradisi berladang telah dilakukan masyarakat Dayak sejak lama, jauh sebelum berkembangnya perkebunan di Kalimantan. Ia menambahkan, masyarakat Dayak memiliki hubungan erat dengan alam sehingga menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20566/presiden-prabowo-pimpin-langsung-penanganan-karhutla-di-kalimantan.html

Dalam upaya mencegah karhutla, masyarakat adat juga melakukan sosialisasi melalui para tokoh adat. Edukasi tersebut ditujukan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

“Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan karena masyarakat adat itu identik, dekat dengan alam. Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat. Kita menjaga,” pungkasnya.

Panglima Jilah merupakan Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), salah satu organisasi adat Dayak yang memiliki anggota di berbagai wilayah Kalimantan.

081,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar