• Rabu, 21 Oktober 2026

Hadiri 100 Tahun Pondok Pesantren Gontor, Presiden Prabowo Gemakan Free Palestine

Hadiri 100 Tahun Pondok Pesantren Gontor, Presiden Prabowo Gemakan Free Palestine Presiden Prabowo Subianto Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Ponorogo,TarungNews.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Kabupaten Ponorogo pada Sabtu, 19 September 2026.

Dalam sambutanya Presiden Prabowo menyapa satu per satu para duta besar negara sahabat yang hadir, saat tiba pada Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, tepuk tangan para santri, alumni, dan tamu undangan seketika bergemuruh memenuhi ruangan. Dukungan kepada Palestina terasa kuat di tengah peringatan satu abad perjalanan salah satu pesantren besar Indonesia tersebut.

Suasana langsung bergemuruh saat Presiden Prabowo meneriakan “Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!” pekik Presiden Prabowo dari atas mimbar disambut teriakan serupa dari para hadirin yang hadir.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20611/perkuat-penanganan-karhutla-presiden-probowo-terima-kunjungan-panglima-jilah-di-istana.html

Kemudian Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari menghampiri Presiden. Sebuah keffiyeh, kain bercorak khas yang lekat dengan identitas Palestina, dikalungkan ke leher Presiden Prabowo. Lalu keduanya berpelukan erat. Selepas itu, Presiden Prabowo pun melanjutkan sambutan dengan keffiyeh tersebut tetap melingkar di pundaknya.

Presiden Prabow berbicara mengenai keadaan rakyat Palestina. Di hadapan keluarga besar Gontor, Prabowo mengingatkan bahwa penderitaan yang terjadi di sana juga menjadi pengingat bagi Indonesia akan pentingnya membangun kekuatan bangsa.

“Saya tadi ingat, saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Presiden.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20567/presiden-prabowo-optimistis-karhutla-di-kalimantan-segera-terkendali-.html

Keprihatinan tersebut tidak cukup berhenti pada rasa simpati. Di lingkungan pendidikan seperti Gontor, ia mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan terutama generasi muda menjadikannya dorongan untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan ikut membangun Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

“Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak,” ucap Prabowo.

“Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” lanjutnya.

090,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar