Bandung,TarungNews.com – Kadisdik Jabar Purwanto, pernah mengatakan bahwa seluruh program prioritas harus segera di selesaikan di ataranya percepatan 15 Unit Sekolah Baru (USB) dan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi kelas, dan sarana prasarana lain yang menunjang pembelajaran di sekolah itulah pesan Purwanto kepada seluruh pegawai/asn di lingkungan Disdik Jabar, Senin (25/8/2025.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalan tayangan youtube cannel pribadinnya penah menyoroti beberapa anggaran proyek di lingkungan disdik jabar, KDM menemukan anggaran belanja yang sangat mencengangkan.
Banyak nomenklatur anggaran yang semestinya tidak ada, yang semestinya belanja itu tidak harus dilakukan, tetapi tetap sering dilakukan yaitu anggaran untuk belanja alat peraga layar digital di Dinas Pendidikan Jabar yang anggaranya sungguh amat besar Rp 300 Miliar.
Belum lagi untuk tagihan Air di disdik jabar yang mencapai 6,7 miliar pertahun menurut KDM, jika Kantor Cabang Dinas (KCD) dan UPTD per tahun menghabiskan anggaran Rp 6,7 miliar, berarti per bulannya rata-rata menghabiskan anggaran Rp 400 juta.
“ kira-kira mandi make naon biaya Rp 400 juta sabulan” kata KDM sambil heran. Menurutnya hitungan tersebut tidak rasional anggaran ratusan juta hanya untuk tagihan air.
Melihat beberapa permasalahan di Disdik Jabar yang terkait dengan penggunaan anggaran baik itu anggaran dari APBD maupun APBN pada setiap kegiatan proyek sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan.
Seperti beberapa kegiatan di Bidang PKPLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) Disdik Jabar yang saat ini menjadi sorotan publik karena ketertutupan para oknum pengelola kegiatan proyek baik itu PPK maupun PPTK, seakan mereka merasa aman dan nyaman dengan tidak adanya orang yang mengetahui keberadaan proyek yang mereka kelola.
Seperti pada pelaksanaan program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 dengan nilai anggaran yang sangat fantastis Rp 56.243.488.000,- seharusnya dengan penggunaan anggaran sebesar itu pengelola anggaran untuk kegiatan proyek di Disdik Jabar khususnya Bidang PKPLK mengedepankan asas Keterbukaan Informasi Publik, masyarakat mutlak harus mengetahui kemena saja dan untuk apa saja anggaran tersebut di pergunakan apakah sudah sesuai dengan peruntukanya, bukan sebiknya ditutup-tutupi
Pada tahun 2025 Bidang PKPLK Disdik Jabar melaksanakan kegiatan Fisik melalui system e-Katalog (e-Purchasing) dengan nilai anggaran puluhan miliar seperti pada kegiatan:
- Belanja modal fisik pembangunan ruang kelas SLBN Luragung dengan Anggaran Rp 2.026.720.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang kelas UKS SLBN Tanjungmedar dengan anggaran Rp 253.340.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang kelas SLBN Tanjungmedar dengan anggaran Rp 2.026.720.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang vokasi SLBN Muara Hati dengan anggaran Rp 506.680.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang kelas SLBN Mutiara Hati dengan anggaran Rp 2.026.720.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang vokasi SLBN Bungursari dengan anggaran Rp 506.680.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang kelas SLBN Bungursari dengan anggaran Rp 2.026.720.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang vokasi SLBN Sukahaji dengan anggaran Rp 506.680.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang SLBN Sukahaji dengan anggaran Rp 2.026.720.000,-
- Belanja modal fisik pembangunan ruang vokasi SLBN Cihaurbeuti dengan anggaran Rp 506.680.000,-
Akibat ketertutupan informasi dari para pengelola kegiatan dan para oknum stap di Bidang PKPLK Disdik Jabar realisasi maupun informasi dan pertanggungjawaban kegiatan proyek tersebut menjadi sorotan masyarakat, prosedur proyeknya seperti apa di tambah pengawasan dan verifikasinya seperti apa, bagaimana masyarakat dapat mengakses secara transparan kegiatan proyek tersebut.
Semoga di jaman Gubernur Dedi Mulyadi (Bapak Aing...Red) yang selalu mengedepankan asas transparansi publik dengan program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya, pembentukan karakter siswa yang cageur, bageur, bener, pinter, singer (sehat, baik hati, saleh, cerdas, dan berinisiatif). Bahkan KDM panggilan akrab untuk Gubernur Dedi Mulyadi telah mengelontorkan anggaran Pendidikan di jabar sebanyak 1,2 triliun rupiah diarahkan untuk lahirnya bangunan (sekolah) yang berkualitas dan bermutu dengan tujuan untuk membangun peradaban kedepan.
Dengan semua program pendidikan yang menjadi andalan Gubernur Dedi Mulyadi semoga bisa membenahi program2 kegiatan proyek yang ada di Disdik Jabar khususnya di Bidang PKPLK semua harus mengedepankan asas transparansi publik karena program pendidikan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat jawa barat kenapa akses transparansi untuk masyarakat harus di tutupi.
Red,tarungnews.com