• Minggu, 13 September 2026

Kunjungan Komisi IV Dorong Inovasi Pertanian bagi Warga Kota Bogor

Kunjungan Komisi IV Dorong Inovasi Pertanian bagi Warga Kota Bogor Kunjungan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura memberi dorongan percepatan pemanfaatan inovasi pertanian bagi lebih dari 4.000 ahli dan warga Kota Bogor dalam memperkuat kemandirian pangan (22/1/2026). Humas Kab Bogor

Bogor,TarungNews.com - Kunjungan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura memberi dorongan percepatan pemanfaatan inovasi pertanian bagi lebih dari 4.000 ahli dan warga Kota Bogor dalam memperkuat kemandirian pangan (22/1/2026).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan kunjungan tersebut semakin menegaskan peran sekitar 50 lembaga penelitian di Kota Bogor yang selama ini menghasilkan teknologi pertanian yang dapat langsung dimanfaatkan petani.

Dedie menegaskan keberadaan lembaga riset menjadi fondasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2025–2045 yang menargetkan Kota Bogor sebagai pusat sains kreatif, maju, dan berkelanjutan.

“Ini bagian dari hadirnya lembaga-lembaga riset di Kota Bogor, serta keberadaan perguruan tinggi dan para ahli yang sudah berkontribusi untuk Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/politik/19209/pansus-konflik-agraria-dpr-fokus-buka-jalan-pembangunan-ribuan-desa-tertinggal.html

Dedie memaparkan tantangan pertanian kini bergerak dari climate change menuju climate disaster, sehingga inovasi konkret menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga produksi pangan tetap aman bagi warga.

Di lokasi yang sama, Komisi IV DPR RI meninjau hasil riset seperti ayam kampung unggul baru, inovasi hortikultura terbarukan, hingga teknologi hilirisasi yang siap diadopsi masyarakat.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, memberikan apresiasi khusus pada ayam kampung unggul baru yang mampu menghasilkan 250 telur per ekor per tahun serta bawang berukuran besar hasil riset lembaga tersebut.

“Dari sini kami di Komisi IV akan mendorong hasil penelitian di sini agar disebarluaskan ke seluruh Indonesia, sehingga kita bisa swasembada telur dan bawang,” statement Siti.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/politik/19183/restorative-justice-terhadap-eggy-sudjana-dan-damai-lubis-bukti-kuhp-dan-kuhap-baru-hadirkan-keadilan.html

Siti menekankan kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan riset pertanian berjalan efektif dan memberi manfaat langsung kepada pertanian nasional, terutama dalam menekan ketergantungan impor.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Fadjry Djufry, menjelaskan proses penelitian memerlukan waktu panjang, misalnya pengembangan satu varietas mangga unggul yang bisa mencapai 10 tahun.

“Kalau kita tidak menyiapkan varietas terbaru dan tidak menyiapkan teknologinya, kita akan terus tertinggal,” ungkapnya.

Fadjry menuturkan dukungan Komisi IV DPR RI menjadi penyemangat bagi para peneliti untuk terus menghasilkan inovasi pertanian yang mampu memperkuat kemandirian pangan nasional.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar