• Minggu, 13 September 2026

Septears, Solois asal Malang Rilis Lagu Berjudul “Hitam”: Tentang Luka yang Akan Selalu Ada di Tempat yang Sama

Septears, Solois asal Malang Rilis Lagu Berjudul “Hitam”: Tentang Luka yang Akan Selalu Ada di Tempat yang Sama Photo by Wukwuk Creative

Malang,TarungNews.com - Setelah merilis single ketiganya, “Senyumanmu”, pada tahun lalu, Septears, solois asal Malang, kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Hitam”. Lagu ini menjadi potret paling jujur tentang kenyataan bahwa luka tidak benar-benar hilang meski seseorang merasa telah move on dari masa lalunya.

Melalui metafora warna hitam, Septears menggambarkan upaya mencari pelarian dari rasa sepi dan kehilangan, hingga akhirnya menyadari bahwa yang terpenting bukanlah menghapus luka, melainkan mampu mengenang masa-masa indah tanpa lagi terikat oleh rasa yang sama.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/selebriti/20159/decemberism-rilis-%E2%80%9Cchanging-seasons%E2%80%9D-refleksi-tentang-kenangan-yang-tak-hilang-dan-perubahan-yang-datang-layaknya-musim-berganti.html

Bagi Septears, hidup setelah patah hati bukan berarti kembali seperti sebelum terluka, melainkan berjalan berdampingan dengan luka yang tetap ada sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Gagasan tersebut terpusat pada lirik, “Rimbanya sepi pernah ku lalui, walau mungkin ku belum sempat mengakhiri,” yang menggambarkan kesadaran bahwa rasa sepi maupun luka akan selalu menjadi memori, tetapi tidak harus terus menentukan kehidupan di masa kini. Pesan inilah yang ingin disampaikan melalui “Hitam”: menerima luka sebagai sesuatu yang tidak perlu dihapus, melainkan dipelajari untuk dibersamai.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/selebriti/20158/lewat-single-baru-%E2%80%9Caku-dan-dirimu%E2%80%9Dfahem-rekam-perjalanan-cinta-yang-berawal-dari-perbedaan-hingga-menjadi-keluarga.html

Dikemas dalam balutan ballad jazz, “Hitam” diproduseri dan diaransemen oleh Decky Anugrah dengan pendekatan simple is more, menghadirkan nuansa gelap di tengah pikiran yang riuh. Permainan drum sengaja dipertahankan dalam atmosfer kelam bahkan ketika lagu mengarah pada suasana yang lebih terang, sementara proses mixing, mastering, dan pengisian gitar dikerjakan oleh Hanung Paraduta di Paraduta Record dengan dukungan Ilham Nur Syuhada.

Melalui lagu ini, Septears berharap “Hitam” dapat menemukan pendengarnya, memeluk mereka yang pernah terluka, dan menjadi teman di hari-hari sepi saat dirilis di berbagai platform musik digital pada 16 Juli 2026. -Wukwukcreative-

034,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar