Kab.Bandung,TarungNews.com – Diterpa berbagai bencana, banjir dan longsor Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat bencana pada Sabtu (6/12). Status ini akan berlaku hingga 19 Desember mendatang.
Keputusan tanggap darurat bencana tersebut tertuang dalam keputusan Bupati Bandung nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025 tentang penetapan status tanggap darurat.
"Bupati menetapkan status tanggap darurat bencana," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Wahyudin, Sabtu (6/12).
Wahyudin melanjutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memprediksi akhir pekan ini kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya bakal terjadi cuaca ekstrem, mulai dari hujan sedang hingga sangat lebat.
Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor mengepung beberapa wilayah Kabupaten Bandung. Terbaru, longsor menimpa wilayah Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat (5/12) sekitar pukul 16.00 WIB.
Pergeseran tanah dari lereng Gunung Sinapeul dengan ketinggian sekitar 80 meter itu menimpa rumah warga. Lima kepala keluarga terdampak dalam insiden tersebut.
Kapolsek Pameungpeuk AKP Asep Dedi menyampaikan bahwa longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga sore hari.
"Telah terjadi pergeseran tanah yang menimpa rumah warga sebanyak lima kepala keluarga. Longsoran berasal dari lereng Gunung Sinapeul dengan kondisi tanah yang labil akibat hujan deras," ujar Asep.
Akibat kejadian ini, tiga warga dilaporkan masih tertimbun material longsor. Sementara satu korban lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan luka di bagian kepala dan langsung dilarikan ke RS Nambo untuk mendapatkan penanganan medis.
Kejadian longsor tersebut menambah daftar panjang kejadian kebencanaan di Kabupaten Bandung.
Rentetan Bencana di 15 Kecamatan
Sejak 3–4 Desember 2025 lalu, banjir dan longsor terjadi serentak di banyak wilayah kabupaten bandung. Fasilitas umum rusak, ribuan warga terdampak, ratusan lainnya terpaksa mengungsi.
Berikut data sementara BPBD kabupaten bandung:
Bencana longsor
– Pangalengan: Dua rumah terancam longsor di Pasir Mulya.
– Soreang: Dua rumah terancam di Pasir Kaliki, talud ambruk di Kampung Cimonce.
– Cangkuang: Tiga rumah rusak, bantuan terpal dan logistik diperlukan segera.
– Cimaung: Satu rumah nyaris ambruk di Ci Seeng.
– Pasirjambu: Dua rumah terdampak, akses terganggu.
– Kertasari: Bangunan rumah-warung hancur di Puncak Mulya.
Bencana Banjir
– Soreang: Air setinggi 30–150 cm rendam rumah dan fasilitas pendidikan.
– Bojongsoang: 615 KK terdampak banjir 40–80 cm di Cijagra.
– Banjaran: Sungai Cisangkuy meluap, satu rumah jebol.
– Dayeuhkolot: Ratusan warga mengungsi, akses lumpuh.
– Margaasih: 93 rumah terendam dan warga diminta mengungsi.
– Katapang: Sekitar 200 jiwa mengungsi di Desa Sukamukti.
– Pameungpeuk: Akses jalan terputus, puluhan rumah terendam.
– Ciwidey: Ancaman longsor susulan dan aliran irigasi terganggu.
– Baleendah: 3.165 jiwa terdampak banjir di sepanjang aliran Citarum.
BPBD mengaku terus melakukan asesmen lapangan bersama unsur kecamatan, desa, TNI-Polri, dan relawan. Bantuan logistik darurat disalurkan ke wilayah terdampak.
“Kami fokus keselamatan warga, evakuasi, serta kebutuhan mendesak di lapangan. Warga diimbau tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem,” kata Wahyudin.
Red,tarungnews.com