• Rabu, 21 Oktober 2026

Tujuh Faksi NII di Jabar Serentak Cabut Baiat Massal, Cium Merah Putih dan Setia Kepada NKRI

Tujuh Faksi NII di Jabar Serentak Cabut Baiat Massal, Cium Merah Putih  dan Setia Kepada NKRI Tujuh Faksi NII di Jabar Serentak Cabut Baiat Massal dan Cium Merah Putih Serta Seta Kepada NKRI. (Istimewa)

Kota Bandung,TarungNews.com - Pertama kalinya dalam sejarah deradikalisasi Indonesia, tujuh faksi kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah tersebut secara serentak melaksanakan Cabut Baiat Massal dan Deklarasi Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang diikuti oleh 266 mantan anggota NII ini berlangsung khidmat di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis (11/12).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis dan efektif antara Densus 88 Antiteror Polri, Polda Jawa Barat, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, didukung oleh Yayasan Prabu Foundation dan Bank BJB.

Puncak acara ditandai dengan Pembacaan deklarasi cabut baiat yang diikuti seluruh peserta, Penandatanganan surat pernyataan setia kepada NKRI dan Prosesi hormat bendera dan penciuman Merah Putih, yang menjadi simbol kuat kembalinya mereka ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, menyampaikan apresiasi atas keberanian para mantan anggota NII. Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung reintegrasi melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan.

"Kami memberikan apresiasi atas keberanian para mantan anggota NII yang secara terbuka memilih meninggalkan ajaran lama dan kembali kepada nilai-nilai kebangsaan," kata Wagub Erwan.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung reintegrasi mantan anggota NII melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung reintegrasi melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan. Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan pemerintah daerah, Densus 88 AT Polri menyerahkan plakat penghargaan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata efektivitas pendekatan kolaboratif dalam upaya penanggulangan ekstremisme, serta menggarisbawahi pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil.

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar