NTB,tarungNews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan dan keberhasilan Indonesia mengimplementasikan B50 merupakan bukti nyata kerja keras pemerintah dalam mengelola kekayaan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang makmur.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dikutip Sabtu, (11/7/2026).
Kehadiran lima bendungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur pengairan di berbagai daerah di Indonesia. Presiden pun menyampaikan rasa syukur atas pembangunan infrastruktur yang membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang tidak sedikit.
Prabowo mengaitkan, pembangunan infrastruktur tersebut dengan capaian pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional. Sehari sebelumnya, Prabowo juga meresmikan implementasi B50 yang menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mampu memproduksi bahan bakar diesel berbasis minyak sawit dengan campuran 50 persen.
“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. 9,79 triliun. Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Saya meresmikan launching Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50 persen dari kelapa sawit,” tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, implementasi B50 menandai dimulainya penghentian impor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp170 triliun setiap tahunnya.
“Jadi ini prestasi kita negara pertama di dunia. Satu, yang berani bikin B50. Dua, berhasil bikin B50. Dulu waktu kita mulai, waduh banyak yang menentang. Tidak bisa, nanti mesin rusak. Nanti pabrik tidak mau kasih kita mesin. Nanti ini, nanti itu,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai, bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dan penguatan kemandirian energi merupakan hasil dari kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, pemerintah akan terus mengedepankan efisiensi pengelolaan anggaran dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih agar semakin banyak sumber daya negara yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
“Yang kita perjuangkan, yang saya perjuangkan bersama pemerintah yang mendukung saya, bersama koalisi yang mendukung saya, dengan mandat yang diberikan oleh rakyat, yang kita perjuangkan adalah meraih kemakmuran untuk rakyat Indonesia dengan mengurangi, kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, melakukan efisiensi. Ini perjuangan kita untuk Indonesia makmur,” kata Prabowo.
Melalui pembangunan bendungan, penguatan ketahanan energi, dan pengelolaan anggaran yang lebih efisien, Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Adapun kelima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo, yaitu:
- Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare;
- Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare;
- Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, memiliki kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan 700 hektare;
- Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare;
- Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare.
036,tarungnews.com