• Rabu, 21 Oktober 2026

Peringatan Hari Jadi Pemkab Cianjur ke 349, KDM Dorong Penyesuaian Tata Ruang

Peringatan Hari Jadi Pemkab Cianjur ke 349, KDM Dorong Penyesuaian Tata Ruang Peringatan Hari Jadi Pemkab Cianjur di ke 349 dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Istimewa)

Cianjur,TarungNews.com - Peringatan Hari Jadi Kabupate Cianjur ke-349 mengambil tema "Rahayat Raksa Raharja". Hal itu disampaikan dalam acara rapat paripurna istimewa di gedung DPRD kabupaten Cianjur, Jalan Abdullah Bin Nuh dikutip Senin (13/7/2026).

Perayaaan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang didampingi Bupati Cianjur M. Wahyu Ferdian dan wakil bupati Abi Ramzi,. Terlihat juga para Anggota DPRD serta jajaran forkopimda, para kepala OPD, para camat sekab Cianjur, perwakilan MUI dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutanya Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM mengungkapkan, bahwa hadiah terbesar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Cianjur pada peringatan HUT ke-349 adalah pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20291/kdm-tegaskan-nama-provinsi-jawa-barat-tetap-tidak-berubah.html

" Kado dari provinsi Jawa barat untuk cianjur infrastruktur yaitu jalan menuju Cikadu yang dulu salah satu akses paling berat kini sudah dibangun, itu adalah hadiah yang paling mahal dan harus disyukuri oleh seluruh masyarakat," ucap KDM.

KDM menggarisbawahi, dua pilar utama pembangunan bagi seorang pemimpin, yaitu perkara yang “karampa” (teraba/fisik) dan perkara yang “karasa” (terasa/spiritual).

“Pembangunan fisik itu mekanikal, ukurannya adalah anggaran. Rumusnya gampang, tinggal pangkas anggaran perjalanan dinas, seminar, dan seremonial yang tidak perlu, lalu fokuskan seluruhnya untuk kinerja pelayanan rakyat mulai dari perbaikan jalan, sekolah, hingga irigasi,” ujar KDM.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19939/kdm-perubahan-nama-jawa-barat-jadi-tatar-sunda-%E2%80%9Citu-hoax-karangan-orang-lain%E2%80%9D.html

“Pembangunan fisik itu mekanikal, ukurannya adalah anggaran. Rumusnya gampang, tinggal pangkas anggaran perjalanan dinas, seminar, dan seremonial yang tidak perlu, lalu fokuskan seluruhnya untuk kinerja pelayanan rakyat mulai dari perbaikan jalan, sekolah, hingga irigasi,” ujar KDM.

Ia juga mengapresiasi kemajuan infrastruktur di Cianjur seperti perbaikan jalan beton di wilayah Cikadu yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

KDM juga menekankan pembangunan aspek immaterial atau spiritualitas berbasis kebudayaan Sunda. Menurutnya, jati diri manusia Sunda tercermin dari filosofi kelestarian alam, yang ia simbolisasikan melalui keseimbangan antara laut (energi feminin/Nyi Ratu) di Cianjur Selatan dan gunung/hutan (energi maskulin/Maung Siliwangi).

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19930/kirab-milangkala-tatar-sunda-sangat-meriah-nuansa-budaya-semarakkan-kota-bandung.html

“Menikah dengan laut artinya pemimpin dan rakyat harus menyatu dengan alam, tidak boleh merusak mangrove, mengeksploitasi pasir secara berlebihan, ataupun menghancurkan sagara demi kepentingan ekonomi sesaat. Pemimpin yang merusak alamnya sendiri demi uang adalah pemimpin yang keliru,” tegas KDM.

KDM juga menyoroti, tantangan sosial masa kini terkait ancaman hilangnya generasi masa depan lost generation akibat perubahan kultur negatif, maraknya judi online, pinjaman online, hingga penurunan kualitas interaksi anak-anak akibat gawai.

Selain itu pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan penyesuaian tata ruang agar potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal.

"Cianjur merupakan wilayah yang memiliki kekayaan alam yang lengkap, mulai dari pegunungan, pantai, danau, hingga sektor pertanian unggulan yang menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," pungkas KDM.

037,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar