• Minggu, 13 September 2026

Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Keberadaan Tambang dan Bangunan Liar Dekat TPPAS Legok Nangka

Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Keberadaan Tambang dan Bangunan Liar Dekat TPPAS Legok Nangka Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi intruksikan sejumlah bangunan liar dan aktivitas pertambangan tidak berizin di seputaran kawasan proyek pengolahan sampah regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung, dapat segera ditertibkan. (Istimewa)

Kab.Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi intruksikan sejumlah bangunan liar dan aktivitas pertambangan tidak berizin di seputaran kawasan proyek pengolahan sampah regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung, dapat segera ditertibkan. Hal tersebut berpotensi memicu adanya bencana besar.

Apalagi lokasi titik rawan tersebut berada di area jembatan yang terhubung langsung dengan jalur terowongan.

Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM, mengungkapkan bahwa kondisi eksisting tata ruang di wilayah sekitar kawasan tersebut kini sudah berada dalam status yang mengkhawatirkan. Dirinya mendapati kenyataan banyaknya bangunan liar yang menjamur dan berdiri tanpa kendali di sisi kiri maupun kanan badan jalan menuju arah Legok Nangka.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20418/pemkot-bandung-resmi-serahkan-pengelolaan-jalan-dan-teras-cihampelas-kepada-pemprov-jabar.html

"Pertama, di sebelah kiri kita sebelum Legok Nangka itu ada jembatan yang masuk ke terowongan. Di situ ada kisi-kisi yang bahaya menurut saya. Pertama, samping kiri-kanan sudah berupa bangunan liar yang tidak terkendali," tegas KDM, di TPPAS Legok Nangka, Nagreg, Kabupaten Bandung, dikutp Kamis (30/7/2026).

KDM langsung memberikan tugas khusus kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat untuk melakukan pembersihan. Sehingga pada area tersebut bisa segera dibersihkan guna mengantisipasi bencana. "Saya minta saudara Sekda besok dibersihkan," kata KDM.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/daerah/20375/pemkot-bandung-dan-pemprov-jabar-kolaborasi-tata-ulang-teras-cihampelas.html

KDM menegaskan bahwasanya eksekusi penertiban itu wajib direalisasikan mengingat kondisi tata ruang di sekitar kawasan Legok Nangka tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dalam ketidakaturan.

"Yang kedua, kanan kirinya berubah menjadi penambangan. Bayangkan, ada jembatan, masuk terowongan, ada ledakan. Menurut saya segera ditertibkan, dihentikan. Kenapa? Nanti jembatannya hilang, rontok, longsor terjadi, bahkan kebakaran," jelas KDM.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/daerah/19689/wali-kota-bandung-pembongkaran-teras-cihampelas-tunggu-izin-kpk.html

Menurut KDM, upaya pencegahan dini terhadap kerusakan lingkungan serta bencana alam jauh lebih bernilai penting ketimbang harus menanggung konsekuensi biaya pemulihan finansial yang jauh lebih besar manakala wilayah tersebut terlanjur terdampak kerusakan.

"Isu mitigasi itu selalu saya sampaikan, mitigasi itu lebih penting dibanding menangani bencana, lebih mahal biayanya. Sehingga di tata ruang sekarang itu tidak boleh lagi ada tambang, harus menjadi kawasan ruang terbuka hijau untuk kepentingan umum ke depannya," pungkas KDM.

065,tarungnews.com

 

 

 

 

Bagikan melalui:

Komentar