• Rabu, 21 Oktober 2026

KDM Berikan Solusi Terkait Gudang Penyimpan Limbah yang Belum Berizin di Kabupaten Subang

KDM Berikan Solusi Terkait Gudang Penyimpan Limbah yang Belum Berizin di Kabupaten Subang KDM Berikan Solusi Terkait Gudang Penyimpan Limbah yang Belum Berizin dI Kabupaten Subang. (Ist)

Subang,TarungNews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan investasi, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan warga lokal. Dedi menawarkan solusi atau jalan keluar terkait polemik sebuah gudang penyimpanan limbah yang kedapatan belum mengantongi izin penuh di wilayah Kabupaten Subang.

Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM, berdialog dengan para pelaku usaha dan dinas-dinas terkait, serta menawarkan solusi yang menguntungkan untuk semua pihak.

Dalam pertemuannya dengan Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP Kabupaten Subang, serta perwakilan pengusaha limbah, KDM menegaskan bahwa investasi di Jawa Barat akan selalu didukung penuh dan dijaga dari praktik pungutan liar atau gratifikasi. Namun, kelonggaran berinvestasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20843/gubernur-dedi-mulyadi-dan-kemhan-bahas-pengelolaan-bijb-kertajati-menuju-pusat-industri-strategis-pertahanan.html

Menurut KDM pentingnya tata kelola limbah (terutama dari pabrik besar seperti BYD yang kini menjadi ikon baru Subang) yang harus ditangani oleh perusahaan profesional dan bersertifikat. Ia menolak keras praktik pengelolaan limbah yang didasari pada “jatah preman” atau tekanan dari pihak tak bertanggung jawab.

Saat mengetahui bahwa lahan yang digunakan oleh vendor pengangkut limbah tersebut masih berstatus permukiman dan hanya difungsikan sebagai gudang transit sebelum dibawa ke Cikarang, KDM langsung memberikan solusi konkret.

Ia menyarankan agar pihak pengusaha segera membeli lahan yang sesuai peruntukannya (seperti di daerah Kadawung) untuk dibangun menjadi pabrik pengolahan limbah mandiri di Subang.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20825/kdm-hentikan-sementara-proyek-data-center-ai-di-jatiluhur-dengan-nilai-investasi-rp35-triliun.html

Menurut KDM, langkah ini tidak hanya akan memangkas biaya logistik perusahaan, tetapi juga membuka ratusan lapangan pekerjaan baru yang diwajibkan untuk diisi oleh warga Subang.

“Lebih baik berusaha dengan tenang dan berizin resmi, daripada harus membayar biaya siluman setiap bulan untuk menutupi kesalahan,” tegas KDM dikutip Rabu (7/10/2026).

Lebih jauh, KDM memaparkan visinya terkait penataan ruang dan klasifikasi jalan di Jawa Barat. Ke depan, harus ada pemisahan tegas antara jalur industri (seperti rute Kalijati–Sadang) yang diperuntukkan bagi kendaraan berat bersumbu tiga, dengan jalur pariwisata yang harus steril dari aktivitas logistik raksasa. Ia mencontohkan kawasan wisata seperti Ciater dan Jalan Cagak yang sering macet akibat bercampurnya kendaraan wisatawan dengan truk-truk besar pemuat pakan atau logistik pabrik.

098,tarungnews

 

Bagikan melalui:

Komentar