• Rabu, 21 Oktober 2026

Bawa 5 Kg Etomidate WNA Malaysia Ditangkap Bareskrim Polri

Bawa 5 Kg Etomidate WNA Malaysia Ditangkap Bareskrim Polri Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Irjen Eko Hadi Santoso. DOK Humas

Jakarta,TarungNews.com - Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis baru, Etomid ate, seberat 5 kilogram asal Malaysia.

Peredaran narkotika tersebut terungkap di sebuah apartemen wilayah Jakarta Utara yang diduga digunakan jaringan tersebut sebagai laboratorium rahasia atau clandestine lab untuk memproduksi vape yang mengandung Etomidate.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Irjen Eko Hadi Santoso, mengatakan kasus tersebut melibatkan jaringan internasional. Sebanyak tujuh orang telah diamankan, terdiri atas lima warga negara Malaysia, satu warga negara Indonesia, dan satu warga negara Tiongkok.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/20680/bareskrim-polri-ungkap-praktik-live-streaming-pornografi-di-tiktok-dan-tevi-enam-tersangka-berhasil-diringkus.html

Eko menjelaskan pengungkapan bermula saat lima WNA Malaysia diamankan petugas DJBC Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta pada Jumat (25/09/2026).

Kelima WNA Malaysia tersebut yakni Mohammad Zulhusni bin Ab Salin, Nur Aisyah binti Abdullah, Emanuel bin Harry, Prince Alvin Robin, dan Muhammad Adam bin Julle. Mereka diduga berperan sebagai kurir.

Sementara itu, WNA Tiongkok bernama Wu Song diduga berperan sebagai kurir sekaligus menguasai clandestine lab. Adapun WNI bernama Satria Surya Sumantri berperan sebagai sopir.

Kelima WNA Malaysia tersebut diketahui berangkat dari Kuala Lumpur menuju Indonesia. Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, petugas Bea Cukai menemukan masing-masing dua bungkus serbuk yang diduga Etomidate dengan berat sekitar 500 gram per bungkus.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/20643/mabes-polri-sita-dan-bekukan-dana-puluhan-miliar-saat-membongkar-tiga-kasus-judi-online.html

Serbuk tersebut disembunyikan di bagian insole sepatu yang digunakan para pelaku.

"Secara keseluruhan ditemukan 10 bungkus dengan berat bruto 5 kg. Serbuk tersebut diuji laboratorium oleh Bea Cukai positif mengandung Etomidate," ujar Eko pada, Senin (28/09/2026).

Eko juga mengatakan dari hasil pemeriksaan penyidik, para WN Malaysia mengaku diminta seorang perempuan dengan sebutan 'Madam' untuk membawa etomidate dari Malaysia ke Indonesia.

Setibanya di Indonesia, mereka diarahkan melalui Telegram oleh Madam menuju hotel di Harmoni, Jakarta, dan mengumpulkan semua sepatu yang berisi etomidate ke dalam koper berwarna merah untuk diserahkan kepada seorang pria di lobby hotel berinisial Wu Song.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/20608/dittipidter-bareskrim-polri-bongkar-dua-jaringan-penyelundupan-emas-ilegal-dari-indonesia-ke-dubai-dan-hong-kong.html

"Tim penyelidik melakukan penangkapan terhadap Wu Song dan hasil penggeledahan badan ditemukan kunci unit Apartemen Mediterania Marina Residence. Tim kemudian melakukan pengembangan ke lokasi tersebut," kata Eko.

Dalam penggeledahan itu, lanjut Eko, petugas menemukan satu unit apartemen yang diduga menjadi Clandestine Lab pembuatan etomidate. Adapun barang-barang yang ditemukan antara lain, 16 buah jerigen ukuran lima liter berupa cairan perasa warna putih terbungkus alumunium foil.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/hukum/20598/bareskrim-ungkap-praktik-perjudian-casino-71-orang-berhasil-diamankan.html

Kemudian 21 ribu buah pods vape kosong, 15 ribu buah silicon caps pods vape, 800 buah pipet plastik, 4.200 kemasan pods warna gold bertuliskan Cantaloupe, 200 kemasan pods warna abu-abu bertuliskan grape, 240 kemasan pods warna merah muda bertuliskan Lychee, 45 Kemasan pods warna kuning dengan tulisan Mango dan 30 kemasan pods warna kuning muda bertuliskan Pineapple.

Dari hasil penghitungan sementara, polisi menemukan bahan baku cair sebanyak 85.000 mililiter. Jika dikonversikan dengan asumsi ukuran 2 mililiter per pod, bahan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 42.500 pods.

Dengan asumsi harga jual Rp3 juta per pod, nilai ekonomisnya diperkirakan mencapai Rp127,5 miliar.

"Berdasarkan penghitungan sementara tersebut, barang bukti diperkirakan berkaitan dengan potensi beredarnya sekitar 42.400 pods mengandung Etomidate, dengan estimasi penyelamatan sekitar 21.250 jiwa," pungkasnya.

097,tarungnews.com

 

 

 

Bagikan melalui:

Komentar