Kab.Bandung,tarungnews.com – Setelah selesai memberikan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera-Aceh. Gubernur Jawa Barat Ded Mulyadi langsung meninjau banjir yang beberapa hari belakangan melanda Kabupaten Bandung.
Lewat unggahan di media sosial pribadinya @dedimulyadi71, di kutip pada (Senin 8/12/2025). Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM menunjukkan area sungai yang dipenuhi sampah yang dianggapnya sebagai penyebab banjir Bandung itu terjadi.
“Tah ieu tah, ieu runtuh (sampah) nepi ka kieu na,” ujar Dedi Mulyadi sambil merekam sekitar area Sungai Penuh sampah tersebut.
Kedatangan KDM ke lokasi banjir didampingi seorang aparat wilayah Bojongsoang bernama Al Azhar.
KDM meminta agar aparat wilayah tersebut menjelaskan penyebab sampah tersebut menumpuk di sungai tersebut.
Mulanya Azhar aga sedikit ragu dimintai keterangan KDM, itu soal keberadaan sampah menumpuk di sungai di kawasan Bojongsoang tersebut.
KDM mengatakan tidak usah takut dan ragu untuk berkata jujur, “Iya dari masyarakat, kita jujur aja pak sampah dari mana aja,” ujar KDM.
Azhar pun mengungkapkan dugaan sampah tersebut berasal dari masyarakat daerah Bojongsoang, Bojongsari hingga Lengkong.
“Jadi sampah ini bersumber masyarakat dari wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung,” kata Azhar.
Menurut Azhar, apa yang di katakan KDM Gadalah benar bahwa penyebab banjir selain sampah juga karena alihfungsi lahan di kawasan Kabupaten Bandung. Azhar juga menjelaskan bahwa lahan hijau berubah menjadi perumahan.
Selain itu, rawa-rawa berubah menjadi pemukiman dan hulu sungai berubah menjadi perkebunan menggunakan plastik. Karena beberapa faktor tersebut, KDM menduga banjir Bandung terjadi.
KDM memberikan peringatan agar pejabat setempat untuk melakukan pencegahan termasuk membenahi tata ruang di wilayahnya tersebut.
Kdm menegaskan jika dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun tidak segera dibenahi, wilayah tersebut akan tenggelam oleh banjir.
“Saya peringatkan, kalau ini tidak berubah, tata ruangnya dibenarin, tidak boleh ada izin perumahan baru, saya yakin 2-3 tahun ke depan, kalau banjir wilayah ini semua tenggelam pak,” tegas KDM.
KDM pun berjanji akan mengumpulkan para pejabat daerah untuk bekerja sama mengatasi sampah dan banjir tersebut, dan tidak mengeluarkan izin baru untuk perumahan.
“ Ya nanti akan saya kumpulkan Bupati Bandung, Walikota Bandung, Bupati Sumedang, Walikota Cimahi, untuk mencari solusi banjir dan menghentikan izin perumahan” tegas KDM.
Red,tarungnews.com