• Rabu, 21 Oktober 2026

Wamentan Sudaryono Didampingi Gubernur Dedi Mulyadi Groundbreaking Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia

Wamentan Sudaryono Didampingi Gubernur Dedi Mulyadi Groundbreaking Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono Didamping Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, melakukan prosesi groundbreaking pembangunan Pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang di Kabupaten Karawang, Selasa (23/12/2025). DOK Pupuk Indonesia.

Karawang,TarungNews.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di damping Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadiri groundbreaking pembangunan Pabrik NPK Nitrat PT Pupuk Kujang di Kabupaten Karawang, Selasa (23/12/2025).

Pabrik senilai Rp600 miliar ini menjadi tonggak sejarah sebagai fasilitas produksi NPK berbasis nitrat pertama di Indonesia. Kehadirannya diproyeksikan mampu menekan angka impor pupuk nasional dan memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian hortikultura.

Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa kebutuhan pupuk nasional mencapai 450 ribu ton per tahun, yang selama ini mayoritas dipenuhi melalui impor. Pabrik baru di atas lahan 5 hektare ini memiliki kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun.

"Presiden Prabowo telah menyetujui pembangunan dan revitalisasi pabrik pupuk di tujuh titik di Jawa dan Sumatera hingga 2029. Saya minta target pembangunan 21 bulan ini ditepati karena kebutuhan produksi dalam negeri sudah sangat mendesak," ujar Sudaryono.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19004/kdm-liburkan-angkot-di-kota-bandung-selama-2-hari-jelang-tahun-baru-sopir-akan-dikasih-kompensasi.html

Ia memastikan nantinya hasil produksi akan disubsidi agar petani dapat membeli langsung dengan harga terjangkau tanpa rantai distribusi yang panjang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah strategis ini. Menurutnya, subsidi pupuk adalah instrumen vital untuk menekan biaya produksi dan menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian.

"Pemerintah wajib hadir bagi petani. Selain subsidi pupuk, kita harus menjamin harga jual gabah yang menguntungkan dan ketersediaan lahan," katanya

Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM, juga menekankan bahwa menjaga eksistensi lahan sawah adalah upaya mitigasi bencana jangka panjang.

Ia pun mendorong PT Pupuk Kujang untuk terus mengembangkan pupuk organik di Jawa Barat.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18996/gubernur-jabar-kdm-didampingi-wali-kota-muhammad-farhan-resmikan-rute-penerbangan-bandungsemarang-.html

"Petani bukan hanya memproduksi pangan, tetapi juga mampu mengendalikan wilayah dari bencana. Kami juga berharap ada integrasi dengan pupuk organik agar kualitas tanah tetap terjaga," tambahnya.

Direktur Utama PT Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, menjelaskan bahwa pabrik yang menggunakan teknologi terkini dari Spanyol ini ditargetkan beroperasi penuh pada Agustus 2027.

Proyek ini menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi daerah.

"Pabrik ini berpotensi menghemat devisa negara sebesar Rp700 miliar per tahun dari substitusi impor. Selain itu, penggunaan NPK Nitrat terbukti mampu meningkatkan produktivitas hortikultura hingga 11,5 persen," kata Budi

Pembangunan pabrik ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi domestik melalui nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar Rp140 miliar, serta potensi setoran PPh Badan mencapai Rp33 miliar per tahun.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro, jajaran Direksi Pupuk Indonesia Group, serta unsur Forkopimda Kabupaten Karawang.

Red,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar