• Rabu, 21 Oktober 2026

Secangkir Kopi Pererat Asia Afrika, Pemkot Bandung Dorong Diplomasi Budaya Global

Secangkir Kopi Pererat Asia Afrika, Pemkot Bandung Dorong Diplomasi Budaya Global Pemerintah Kota Bandung menjadikan kopi sebagai media diplomasi untuk memperkuat persahabatan Asia Afrika melalui Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 di Plaza Balai Kota Bandung dikutip pada (13/7/2026).

Bandung,TarungNews.com - Pemerintah Kota Bandung menjadikan kopi sebagai media diplomasi untuk memperkuat persahabatan Asia Afrika melalui Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 di Plaza Balai Kota Bandung dikutip pada (13/7/2026).

Kegiatan bertema "Regenerative Coffee Diplomacy: From Origins to Dialogue" menghadirkan delegasi internasional untuk membangun dialog melalui budaya dan ekonomi kreatif.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mewakili Wali Kota Bandung mengatakan kopi memiliki nilai sejarah, budaya, perdagangan, dan hubungan antarbangsa.

"Semangat Bandung mengingatkan kita bahwa dialog lebih kuat daripada konflik, kerja sama lebih berharga daripada persaingan, dan keberagaman merupakan sumber kekuatan, bukan perpecahan," ujar Iskandar.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/daerah/20310/ribuan-masyarakat-warnai-kemeriahan-parade-asia-africa-festival-2026.html

Ia menyebut Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 1955 tetap relevan sebagai fondasi membangun solidaritas global.

Iskandar menjelaskan dunia menghadapi tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, ekonomi, transformasi digital, dan dinamika geopolitik.

Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi, kepercayaan, dan kemitraan setara antarnegara.

Gala dinner tersebut menjadi ruang mempererat hubungan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan Asia Afrika.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/daerah/20306/asia-africa-festival-2026-resmi-di-buka-teguhkan-semangat-bandung-berkolaborasi-global-dan-keberlanjutan.html

Iskandar mengatakan diplomasi kopi menggambarkan perjalanan kopi dari Afrika, berkembang di Asia, hingga menjadi bagian budaya dunia.

"Kopi lebih dari sekadar minuman. Kopi menjadi simbol dedikasi para petani, sejarah perdagangan dunia, serta hubungan yang terus terjalin antarkebudayaan dan peradaban," katanya.

Ia menyampaikan Kota Bandung memiliki ekosistem kopi yang melibatkan petani, pelaku usaha, roaster, barista, industri kreatif, dan generasi muda.

Menurut Iskandar, kopi lokal dapat menjadi produk ekonomi kreatif yang menghubungkan budaya sekaligus membuka peluang masyarakat.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/daerah/20298/jelang-festival-asia-afrika-pemkot-lakukan-penataan-dan-percantik-simpang-lima.html

"Perjalanan itu mengingatkan kita bahwa produk lokal dapat menjadi bahasa universal yang menghubungkan budaya, mempererat persahabatan, sekaligus membuka peluang baru. Inilah esensi diplomasi yang berakar pada budaya, digerakkan oleh kreativitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Iskandar menilai Asia Africa Festival bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga wadah diplomasi, kolaborasi, dan inovasi antarbangsa.

Ia berharap kerja sama pemerintah, akademisi, dunia usaha, industri kreatif, generasi muda, dan masyarakat menghasilkan solusi bagi tantangan global.

Iskandar mengajak seluruh delegasi menjaga Semangat Bandung sebagai warisan sejarah sekaligus pedoman membangun masa depan bersama.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada delegasi, duta besar, kepala daerah, dan tamu berbagai negara yang hadir dalam Asia Africa Festival 2026.

Pada kesempatan tersebut, Iskandar menyampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tidak dapat hadir karena sedang menjalani perawatan kesehatan.

Ia mengajak masyarakat mendoakan agar Muhammad Farhan segera pulih dan kembali menjalankan tugas pelayanan publik.

035,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar