Bandung,TarungNews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membentuk tim pengkaji hari lahir Jabar. Ia mencontohkan Kabupaten Bogor yang menetapkan momentum kelahiran berdasarkan pelantikan Sri Baduga sebagai raja.
“Ulang tahun Jawa Barat salah satu kajiannya adalah nilai-nilai kesundaan. Sebenarnya orang Bogor sudah melaksanakan lebih dulu. Ulang tahun Bogor itu ulang tahun dilantiknya Sri Baduga jadi raja. Itu tonggak sejarah peradaban sunda. Kalo ngomong Sunda ngomong ke-Siliwangian,” jelasnya.
Hal tersebut di katakan KDM panggilan akrab Gubernur pada acara Musyawarah Majelis Sunda (MMS) Musyawarah Tahunan ke-II di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Sabtu, 22 November 2025.
KDM mengatakan menilai Sunda tidak hanya soal suku, ras, atau sekadar urusan geografis. Lebih dari itu, dirinya menyebut Sunda sebagai "laboratorium hidup" yang memberikan banyak pelajaran, seperti konsep tata ruang.
Dalam konsep tata ruang Sunda terdapat prinsip, gunung kudu awian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan. Artinya, kawasan perbukitan harus tetap hijau dan ditumbuhi tanaman-tanaman berkayu sebagai penyangga tanah agar tak terjadi erosi atau longsor.
"Jika konsep tata ruang Sunda diterapkan dengan baik, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya bencana hidrologis mulai dari tanah longsor di kawasan hulu, hingga banjir di kawasan dataran," ucap KDM.
Wacana perubahan tanggal peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat yang diusulkan KDM tersebut menuai reaksi beragam dari publik. KDM mengusulkan penetapan hari jadi Jawa Barat berdasarkan momen pengangkatan Prabu Siliwangi sebagai Raja Pajajaran, menggantikan dasar administratif berdirinya provinsi pada 19 Agustus 1945.
Menurut KDM, Pemprov Jabar saat ini sedang membentuk tim pengkaji untuk menelusuri kembali sejarah kelahiran Jawa Barat dan akar peradaban Sunda.
"Kalau Sunda arahnya Siliwangi, harus ke sana," ujar KDM.
Rencana perubahan Hari Jadi Provinsi Jabar memicu perdebatan publik. Sejumlah warganet menganggap isu tersebut hanya bersifat simbolik dan berpotensi mengalihkan perhatian dari sejumlah persoalan besar Jawa Barat, mulai dari ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
Provinsi Jawa Barat secara resmi berdiri pada 19 Agustus 1945 berdasarkan keputusan PPKI yang membentuk delapan provinsi awal Republik Indonesia. Penetapan tersebut tercantum dalam Perda Nomor 26 Tahun 2010 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Barat. Perubahan tanggal berarti harus melewati kajian akademik, proses hukum, dan persetujuan politik.
Prabu Siliwangi adalah tokoh besar yang berjasa dan dihormati masyarakat Sunda. Namun rakyat tampaknya berharap bahwa perhatian pemerintah bukan hanya pada tatanan simbolik, tetapi pada permasalahan yang krusial seperti, pendidikan, lapangan kerja, dan sungai yang tidak lagi tercemar oleh limbah industri.
Red,tarungnews.com