• Rabu, 21 Oktober 2026

KDM Hadiri Groundbreaking Ceremony Pabrik DELI di Karawang

KDM Hadiri  Groundbreaking Ceremony Pabrik DELI di Karawang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara peletakan batu pertama (Groundbreaking Ceremony) pabrik Daily Manufacturing Company (DELI) di Karawang pada Rabu (26/11/2025). Ist

Karawang,tarungnews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara peletakan batu pertama (Groundbreaking Ceremony) pabrik Daily Manufacturing Company (DELI) di Karawang pada Senin (27/11/2025). Perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan pendidikan dan perkantoran ini diperkirakan akan menyerap hingga 3.000 karyawan.

Dedi Mulyadi yang akrab di sapa KDM dalam sambutanya mengatakan, tidak hanya mengucapkan terima kasih atas investasi tersebut, tetapi juga melontarkan kritik keras terhadap mentalitas masyarakat Indonesia yang dinilai masih berorientasi sebagai konsumen.

KDM juga menjabarkan strategi komprehensif Pemprov Jabar untuk memastikan investasi ini benar-benar mendorong keadilan ekonomi, mulai dari penyiapan SDM manajerial lokal hingga komitmen perbaikan infrastruktur.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18834/kdm-pengrusakan-kebun-teh-di-pangalengan-selain-melanggar-tataruang-dan-bisa-dipidanakan.html

Dalam paparanya KDM memulai dengan menyoroti kekaguman sekaligus keprihatinannya terhadap bangsa sendiri. Ia memuji etos kerja masyarakat Tiongkok yang konsisten mengembangkan industrialisasi hingga memproduksi barang-barang kecil sekalipun, seperti peniti, ritsleting, dan jarum.

Sebaliknya, ia mengkritik tren masyarakat Indonesia yang kerap gengsi, bekerja tidak keras, dan berpuas diri hanya menjadi konsumen.

“Pertanyaannya adalah kita bangsa Indonesia mau bikin apa? Mau terus-terusan menjadi konsumen dan mengharapkan menjadi karyawan saja atau mulai berpikir produksi?” tanya KDM.

Menurut KDM, kunci untuk maju adalah kerja keras dan tidak gengsian. Ia bahkan menyentil budaya “mendapat proyek Rp 200 juta, langsung kawin lagi,” sebagai contoh kelemahan etos kerja.

KDM berharap industri seperti DELI, yang memproduksi alat perlengkapan edukasi dan perkantoran, dapat berperan penting dalam meningkatkan kapasitas intelektual, emosional, dan seni rakyat Indonesia, yang pada akhirnya membentuk karakter bangsa.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18818/pemprov-jabar-dan-kai-sepakat-perkuat-transportasi-rel-untuk-percepatan-mobilitas-warga.html

Dengan proyeksi 3.000 karyawan baru yang dibutuhkan DELI, KDM mengingatkan masyarakat lokal Karawang untuk tidak hanya fokus menjadi tenaga kerja pabrik. Ia mendesak mereka untuk segera membaca peluang hilirisasi industri dan menangkap multiplier effect dari kehadiran ribuan pendatang.

“Kalau ada industri jangan semuanya berpikir jadi karyawan. Kenapa? Karena ada keterbatasan pendapatan, ada siklus hidup yang harus ditaati,” ujar KDM.

KDM menyarankan masyarakat lokal untuk menguasai sektor pendukung industri, seperti:

  1. Penyedia Akomodasi: Mendirikan rumah kos.
  2. Sektor Pangan: Menjadi pedagang pecel ayam, pecel lele, nasi goreng, dan memenuhi kebutuhan sayur, telur, ikan, dan beras harian.
  3. Jasa: Menguasai transportasi publik, menyiapkan tempat penitipan anak, dan sarana pendidikan bagi anak-anak karyawan.

Ia menghitung, jika gaji rata-rata karyawan mencapai Rp 5 juta, perputaran uang di wilayah tersebut akan sangat besar. “Kalau pelaku ekonominya orang sini semuanya, maka multiplier effect ekonominya akan ada di sini, tidak ke mana-mana uangnya,” jelasnya.

Untuk memastikan masyarakat Karawang menjadi subjek, bukan hanya objek, investasi, KDM mengumumkan dua program strategis dari Pemprov Jabar:

  1. Pendidikan Kejuruan: Mempersiapkan 1.000 lulusan SMP untuk masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis industri, di mana seluruh biaya ditanggung oleh Pemprov Jabar. Para siswa ini diwajibkan tinggal di kos, tidak bersama orang tua, untuk membentuk karakter kepemimpinan.
  2. Manajer Masa Depan: Mempersiapkan 500 calon Diploma 3 di bidang teknologi informasi dan Politeknik untuk dibentuk menjadi manajer. Tujuannya agar kelas menengah dan manajerial pabrik di Karawang sebagai kawasan industri terbesar diisi oleh warga lokal.

KDM menekankan pentingnya menanamkan “otak manajer” sejak dini, melalui pola hidup teratur, melipat kasur sendiri, hingga mengatur barang dengan rapi.

KDM secara terbuka mengkritik birokrasi yang gagal melayani industri meskipun telah mengutip pajak yang besar dari sektor ini. Ia menyebut aneh jika industri masih mengeluh karena jalan berlubang atau keamanan yang terancam.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/18811/kdm-wacanakan-perubahan-hari-jadi-jawa-barat-selaras-dengan-pengangkatan-prabu-siliwangi-menjadi-raja-pajajaran.html

“Negara banyak menghasilkan pajak dari industri, maka orang industri tidak boleh lagi mengeluh karena tidak aman. Tidak boleh mengeluh karena jalannya bolong, jembatannya terancam. Kenapa? Dia sudah bayar pajak,” tegas KDM.

KDM menyoroti bahwa uang pajak harus kembali menjadi layanan prima bagi industri, termasuk infrastruktur jalan yang mulus, PJU yang terang, CCTV yang berfungsi, hingga layanan ambulans dan paramedis yang tersedia.

KDM mengumumkan Pemprov Jabar akan mengambil alih pembangunan jembatan yang kerap macet dari Karawang Barat menuju Tol, yang notabene merupakan jalan nasional. Proyek ini akan dibangun oleh Pemprov Jabar senilai Rp 150 miliar

KDM juga meminta agar para birokrat tidak lagi “mengemis” kepada pabrik dalam bentuk retribusi atau sumbangan, karena pabrik adalah tempat produksi, bukan tempat pencetakan uang.

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar