• Rabu, 21 Oktober 2026

Fenomena Cuaca Panas Ekstrem di Eropa, Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Kerusakan Lingkungan

Fenomena Cuaca Panas Ekstrem di Eropa, Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Kerusakan Lingkungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ist)

Bandung,TarungNews - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat menjadikan gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa sebagai pelajaran penting untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Ia menilai perubahan iklim yang semakin nyata harus direspons dengan upaya menjaga hutan, sumber air, dan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Dedi Mulyadi pria yang akrab di sapa KDM berpesan kepada masyarakat kondisi di sejumlah wilayah Eropa yang tengah mengalami suhu panas ekstrem. Menurutnya, cuaca tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan memengaruhi aktivitas masyarakat.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20223/bujangga-manik-adalah-teladan-pendidikan-berbasis-budaya-sunda.html

“Coba lihat di Eropa, cuaca panas ekstrem. Banyak orang yang meninggal karena tidak kuat menghadapi suhu yang sangat panas,” ujar KDM dikutip (3/6/2026).

KDM juga menjelaskan, sebagian besar rumah di kawasan tersebut dirancang untuk menghadapi musim dingin sehingga tidak banyak yang dilengkapi pendingin ruangan. Akibatnya, ketika gelombang panas terjadi, masyarakat kesulitan beradaptasi.

“Rumah-rumah di sana didesain untuk cuaca dingin sehingga jarang menggunakan pendingin ruangan. Akhirnya mereka berebut mencari tempat untuk berenang di sungai dan tempat-tempat yang menyediakan fasilitas pendingin ruangan,” katanya.

KDM menilai fenomena cuaca ekstrem merupakan salah satu dampak dari kerusakan lingkungan yang terjadi dalam jangka panjang.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/20215/kdm-sebut-peluang-pengelolaan-bijb-kertajati-akan-beralih-ke-kemenhan.html

Menurutnya, perubahan suhu yang semakin tidak menentu menjadi pengingat bahwa kelestarian alam harus menjadi perhatian bersama.

“Suhu yang terus berubah dan perubahan iklim yang terjadi diakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Jawa Barat dan Indonesia menjaga kawasan hutan, sumber air, serta mata air yang masih dimiliki agar tetap lestari.

Selain menjaga alam, KDM juga menekankan pentingnya pembangunan hunian yang sesuai dengan karakteristik iklim tropis Indonesia.

Ia menilai desain rumah yang selaras dengan kondisi lingkungan akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi pendingin.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/berita-foto/19126/kdm-akan-setop-pembiayaan-untuk-bandara-bijb-yang-di-nilai-belum-berikan-kontribusi-bagi-jawa-barat.html

“Desain rumah harus disesuaikan dengan rumah kita sebagai bagian dari masyarakat tropis,” ujarnya.

Di akhir pesannya, KDM mengajak masyarakat menjadikan momentum hari Jumat sebagai pengingat untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan.

Ia juga mengimbau masyarakat menghindari perilaku yang dapat merusak alam karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh manusia sendiri.

“Semoga pagi hari ini membawa kecerahan dan kebahagiaan serta memberi semangat untuk menjaga diri, keluarga, alam, dan lingkungan. Jangan melakukan tindakan yang berlebihan karena kerusakan yang ditimbulkan hanya akan membawa kesengsaraan bagi orang lain dan kegelisahan bagi pelakunya,” tutup KDM.

044,tarungnews.com

Bagikan melalui:

Komentar