• Rabu, 21 Oktober 2026

Menteri LH: Penurunan Muka Tanah dan Amblesnya Pesisir Jawa Terjadi Akibat Eksploitasi Air yang Berlebihan

Menteri LH: Penurunan Muka Tanah dan Amblesnya Pesisir Jawa Terjadi Akibat Eksploitasi Air yang Berlebihan Menteri Lingkungan Hidup dan BPLH Hanif Faisol Nurofiq memperingatkan pengambilan air tanah yang berlebihan menjadi salah satu faktor penurunan muka tanah yang banyak terjadi di pesisir Pulau Jawa. (Ist)

Jakarta,TarungNews.com - Menteri Lingkungan Hidup dan BPLH Hanif Faisol Nurofiq memperingatkan pengambilan air tanah yang berlebihan menjadi salah satu faktor penurunan muka tanah yang banyak terjadi di pesisir Pulau Jawa. Fakta terbaru menunjukkan amblesan tanah mencapai 10-15 centimeter dari ujung barat hingga timur Jawa.

"Mulai dari sekarang yang lagi viral, Aqua yang tidak dari air pegunungan konon katanya dan memang pengambilan air tanah yang eksploitatif benar-benar menurunkan muka tanah kita paling tidak di sepanjang pesisir Pulau Jawa," ujar Hanif dalam Forum Rektor Lanjutan Kolaborasi KLH dengan Perguruan Tinggi di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/lingkungan/18607/menteri-lh-hanif-faisol-minta-pengelola-tpa-jabodetabek-lakukan-capping-tekan-pencemaran-mikroplastik-.html

Kondisi penurunan muka tanah itu kemudian diperparah dengan krisis kenaikan muka air laut tang disebabkan oleh perubahan iklim. Melihat kondisi tersebut Hanif menegaskan, perlunya pendekatan multidisiplin dari para ahli yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, penguatan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) yang berada di beragam universitas kemudian menjadi kunci.

Hanif mengharapkan, kolaborasi antara KLH dan Kemdiktisaintek kemudian dapat memperluas peran PSLH untuk mendukung pembentukan kebijakan di pusat dan daerah serta implementasinya di tingkat daerah.

BACA JUGA: https://www.tarungnews.com/lingkungan/18578/refleksi-satu-tahun-kinerja-klhbplh-2025-menteri-hanif-ungkap-capaian-penanganan-krisis-sampah-nasional.html

"Hari ini tentu di tengah-tengah upaya Bapak Presiden Prabowo meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi meningkat lebih dari 8,3 persen tentu upaya mengintegrasikan semua kajian ilmiah kita menjadi dokumen yang kemudian dengan cepat bisa merumuskan kebijakan kita sangat dimintakan," kata Hanif.

Hanif juga mendorong kerja sama dalam memastikan instrumen lingkungan termasuk pengendalian mutu udara, air, sungai dan bahkan mikroplastik. Pendekatan ilmiah yang terintegrasi menjadi kunci dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Red,tarungnews.com

 

Bagikan melalui:

Komentar