Jakarta,TarungNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami aliran dana orang-orang di lingkaran mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terakit kasus dugaan rasuah pengadaan iklan di PT bank bjb.
Ridwan Kamil belum jadi tersangka dalam perkara ini akan tetapi rumah Ridwan Kamil sudah di geledah oleh penyidik KPK dan telah dilakukan penyitaan seperti Motor dan Mobil serta beberapa Dokumen BBE.
Tidak hanya disitu penyidik KPK juga sudah memantau Aset keluarga Ridwan Kamil
“Tentu tidak hanya kepada keluarganya (RK), kalau keluarganya sudah kita lakukan,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Oktober 2025.
Asep juga menjelaskan, penyidik sudah mengantongi data-data harta kekayaan keluarga RK. Penyidik KPK kerja sama dengan PPTAK untuk memantau pergerakan uang di keluarga RK juga telah dilakukan penyidik.
“Ya tentu menyangkut juga dengan PPATK, kita lihat cash flow-nya, keluar masuk uangnya, dan lain-lain, gitu ya. Termasuk dengan keluarganya,” ucap Asep.
Asep menyebut pihaknya belum membutuhkan keterangan dari keluarga RK sampai saat ini. Namun, pertimbangan itu bisa berubah jika ada kebutuhan penyidik.
“Kita lihat apakah kita masih memerlukan keterangan dari keluarganya atau tidak, gitu ya,” tegas Asep.
Sebelumnya KPK telah memeriksa mantan auditor BPK Ahmadi Noor Supit soal hasil audit dana pengadaan iklan di bank bjb yang dinilai janggal oleh penyidik KPK.
Menurut Asep, saat menjabat auditor, Ahmadi melakukan audit terhadap bank bjb. Namun, penyidik KPK menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan audit tersebut.
"Ada beberapa temuan yang kemudian berbeda atau berkurang. Kami sedang dalami apakah perbedaan ini karena proses tindak lanjut atau ada hal lain," jelasnya.
KPK meyakini ada kongkalikong tertentu atas pengurangan hasil audit di bjb. Pendalaman dilakukan penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Itu yang sedang kita pastikan. Apakah terjadi pengurangannya itu dikurangi, atau berkurang?” tegas Asep.
Kasus ini telah merugikan negara senilai Rp222 miliar. Tindakan korupsi ini berlangsung pada 2021 sampai 2023. bank bjb telah menyiapkan dana Rp409 miliar untuk penayangan iklan di media TV, cetak, dan online.
Ada enam perusahaan yang terlibat dalam pengadaan iklan ini. rinciannya yakni, PT CKMB sebesar Rp41 miliar, PT CKSB Rp105 miliar, PT AM Rp99 miliar, PT CKM Rp81 miliar, PT BSCA Rp33 miliar, dan PT WSBE Rp49 miliar.
KPK menyebut penunjukan agensi tidak dilakukan berdasarkan ketentuan pengadaan barang dan jasa yang berlaku. Penyidik KPK telah mengendus adanya selisih pembayaran yang membuat negara rugi lebih dari dua ratus miliar.
KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni, Eks Dirut bank bjb Yuddy Renaldi, Divisi Corsec bank bjb Widi Hartono, Pengendali Agensi Antedja Muliatana dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan, Pengendali Agensi BSC Advertising dan WSBE Suhendrik, dan Pengendali Agensi CKMB dan CKSB Sophan Jaya Kusuma.
Kelima tersangka hingga saat ini belum di lakukan penahanan oleh KPK
Red,tarungnews.com